logo etawaku
Search
Close this search box.

Susu Tulang Untuk Ibu Menyusui

Tahukah Bunda? Ketika memasuki fase menyusui, kebutuhan kalsium harian Bunda harus selalu terpenuhi agar kekuatan tulang dan kualitas ASI selalu terjaga. Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan kalsium yaitu dengan minum susu.

Seperti apa manfaat, tips memilih produk, serta rekomendasi terbaik susu tulang untuk ibu menyusui? Yuk cari tahu bersama.

Saat menyusui, kalsium yang diperoleh Bunda sebagian besar akan diteruskan ke bayi melalui ASI.

Maka dari itu, asupan kalsium harian harus benar-benar diperhatikan.

Pasalnya, jika Ibu menyusui kekurangan kalsium, bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan terkait tulang.

kenapa susu tulang untuk ibu menyusui penting

Pentingnya Susu Tulang Untuk Ibu Menyusui

Sudah ada banyak penelitian yang membahas mengenai kondisi kesehatan tulang pada ibu menyusui. Salah satunya menyatakan bahwa dalam fase tersebut, ibu menyusui bisa kehilangan massa tulang sebesar 3-5 persen loh!

Dikutip dari data Angka Kebutuhan Gizi (AKG), setidaknya di fase tersebut Bunda membutuhkan kalsium sebanyak 1000-1400 mg/hari.

Selain bermanfaat dalam memenuhi asupan kalsium, minum susu tulang untuk ibu menyusui juga bisa membantu melancarkan produksi ASI Bunda, seringkali, kurangnya kalsium menjadi penyebab ASI berkurang.

Hal itu disebabkan karena susu juga mengandung protein, vitamin, serta berbagai bahan lain yang baik bagi tubuh.

Baca Juga: Ciri Ciri TBC Tulang.

Tips Memilih Susu Tulang Untuk Ibu Menyusui

Sebelum rutin mengonsumsi susu, alangkah baiknya Bunda mengetahui beberapa tips berikut ini agar bisa mendapatkan produk yang terbaik:

1. Pastikan Kandungan Lengkap

Selain berpengaruh terhadap kesehatan Bunda, mengonsumsi susu saat menyusui juga akan berdampak bagi kesehatan bayi.

Maka dari itu, pastikan Bunda memilih produk susu tulang untuk ibu menyusui dengan kandungan lengkap seperti:

Kalsium 

Mengonsumsi susu dengan kandungan kalsium yang tinggi bisa membantu Bunda dalam memproduksi ASI yang mengandung kalsium yang tinggi juga.

Hal ini lah yang dibutuhkan bayi selama masa pertumbuhannya, sehingga tulangnya semakin kuat. 

Selain itu, minum susu tinggi kalsium bagi ibu menyusui juga bisa mengurangi risiko terkena osteoporosis karena kalsium bisa membantu menjaga kepadatan tulang. 

Lemak 

Saat menyusui, Bunda memerlukan asupan lemak sebagai sumber energi.

Salah satu tips dalam memenuhi kebutuhan tersebut yaitu dengan memilih produk susu tulang untuk ibu menyusui dengan kandungan asam lemak baik yang tinggi.

Bunda bisa melihat kandungan tersebut di bagian Informasi Nilai Gizi yang ada dalam kemasan.

Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa konsumsi susu dengan kadar lemak harus sesuai aturan, agar tidak menimbulkan masalah seperti peningkatan berat badan yang berlebihan. 

Protein 

Kandungan protein dalam produk susu tulang untuk ibu menyusui juga menjadi hal yang wajib diperhatikan.

Pasalnya, protein berperan dalam membantu Bunda dalam mempercepat produksi ASI, sehingga bisa terhindar dari risiko kekurangan ASI. 

Asam Folat

Asam folat atau vitamin B9 merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks yang larut dalam air. 

Memilih susu tulang untuk ibu menyusui yang memiliki kandungan asam folat bisa membantu kualitas ASI Bunda semakin meningkat loh!

Selain itu, kandungan asam folat dalam susu juga bisa membentuk sel darah merah dalam tubuh, serta meningkatkan proses penyerapan zat besi. Hal itu tentu sangat penting agar Bunda terhindar dari risiko anemia. 

AA dan DHA

AA dan DHA ini merupakan asam lemak tak jenuh yang terdapat dalam omega 3. Zat ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan otak bayi.

Maka dari itu, Bunda sebaiknya memilih produk susu tulang yang memiliki kandungan ini ya!

5 kandungan dalam susu tulang untuk ibu menyusui

2. Perhatikan Alergi yang Bunda Miliki

Produk susu dan olahannya kerap kali memicu alergi pada beberapa orang.

Jika Bunda memiliki alergi terhadap salah satu bahan yang terdapat dalam susu, sebaiknya Bunda memilih jenis susu lain yang paling tepat ya!

Biasanya, produk susu tulang untuk ibu menyusui terbuat dari susu sapi. Meskipun memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, namun susu sapi kerap menimbulkan alergi.

Beberapa ciri ciri alergi susu sapi bisa dikenali dengan beberapa tanda, seperti:

  • Mengalami gangguan pencernaan seperti perut kembung, sering buang gas, diare
  • Mual dan muntah
  • Muncul bintik kemerahan pada kulit
  • Gangguan pernapasan, seperti sesak napas, batuk, asma, atau mengi
  • Jantung berdebar hingga hilang kesadaran

Apabila gejala tersebut dirasakan oleh Bunda setelah mengonsumsi susu sapi, segera hentikan konsumsi produk dan periksa ke dokter.

Untuk itu, bunda bisa menggantinya dengan produk susu tulang lain yang aman untuk ibu menyusui ya!

Etawaku, Susu Tulang Terbaik Untuk Ibu Menyusui (Tinggi Kalsium)

Susu Etawaku bisa menjadi opsi terbaik susu tulang untuk ibu menyusui. Pasalnya, susu kambing ini memiliki kandungan nutrisi 3 kali lebih baik jika dibandingkan dengan susu sapi!

Mengonsumsi satu gelas Susu Kambing Etawaku (ukuran 200 mL) juga bisa memenuhi kalsium sebanyak 330 mg loh!

Beli Paket 2 Box Susu Etawaku

Tak heran, rutin konsumsi susu Etawaku bisa membantu Bunda dalam menjaga kesehatan dan kepadatan tulang.

Selain itu, susu kambing juga tinggi akan kandungan asam lemak esensial, sehingga bisa menjadi sumber energi yang sangat baik saat dikonsumsi di pagi hari. 

Etawaku Platinum menjadi susu yang bisa menambah ASI berkat Kandungan protein dalam Etawaku yang bisa membantu meningkatkan kualitas dan produksi ASI, sehingga Bunda bisa menyusui dengan lancar.

Sifat susu kambing juga lebih mudah dicerna dan memiliki risiko lebih rendah dalam memicu alergi, sehingga Bunda bisa mengonsumsi susu Etawaku tanpa worry. Yuk, beli susu Etawaku sekarang dan rasakan manfaat kemurniannya!

Susu Etawaku, lebih murni, lebih kaya nutrisi!

Tips Untuk Bunda, Demi Si Kecil: Bun, perkembangan motorik anak sangatlah penting untuk pertumbuhannya, yuk pahami mengenai Contoh Motorik Kasar pada anak.

Baca Juga Artikel Lainnya:

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar