logo etawaku
Search
Close this search box.

Sesak Nafas Saat Tiduran? 8+ Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pernahkah kamu mengalami sesak nafas saat tiduran? Tentu kondisi tersebut membuat kualitas tidurmu menjadi terganggu ya? Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui berbagai penyebab dan tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatasinya. Yuk simak dalam artikel ini!

Dalam istilah medis, sesak nafas saat berbaring disebut dengan ortopnea. Kondisi ini kerap kali muncul dengan gejala nafas terasa berat dan pendek saat tidur. Selain itu, terkadang kondisi ini juga disertai dengan gejala batuk serta mengi atau suara yang muncul seperti orang terkena asma.

Biasanya, sesak napas saat tidur muncul di malam hari. Oleh karenanya, kondisi ini harus segera ditangani agar kualitas tidur menjadi lebih baik.

Penyebab Sesak Nafas Saat Tiduran

penyebab sesak nafas saat tiduran

Kamu perlu mengetahui berbagai penyebab sesak nafas saat tiduran agar langkah penanganannya cepat dan tepat. Nah, berikut ini berbagai penyebab yang bisa membuat kamu merasa sesak nafas saat berbaring:

1. Gagal Jantung

Apa yang kamu pikirkan saat mendengar penyakit gagal jantung? Sebuah kondisi yang berbahaya? Tepat sekali!

Kondisi ini terjadi ketika jantung melemah, sehingga suplai darah dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Ketika penderita gagal jantung mengambil posisi telentang, jantung akan mendapatkan tekanan berlebihan. 

Hal inilah yang memicu sesak napas saat sedang tiduran yang disertai dengan gejala lain, seperti mudah lelah atau muncul pembengkakan di bagian tubuh tertentu. 

2. Emfisema 

Emfisema merupakan salah satu penyakit kronis yang terjadi akibat adanya kerusakan kantung udara di dalam paru-paru. Hal ini menyebabkan saluran pernapasan menjadi sempit, sehingga penderitanya mengalami sesak napas. 

Tak hanya saat beraktivitas saja, namun penderita emfisema parah juga bisa merasakan sesak napas ketika duduk bahkan berbaring. 

3. Obesitas 

Obesitas akan membuat saluran bagian atas menjadi tertutup akibat tekanan yang berlebihan. 

Selain itu, penumpukan lemak pada otot yang berperan dalam proses pernapasan juga akan membuat penderitanya memerlukan tenaga ekstra saat bernapas. Hal inilah yang menjadi penyebab sesak napas saat berbaring. 

4. Sleep Apnea

Gangguan tidur ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami henti napas ketika tidur loh! Umumnya, kondisi ini ditandai dengan dengkuran yang disertai dengan suara terengah-engah atau tersedak. 

5. Gangguan Kecemasan atau Serangan Panik

Sebenarnya, rasa cemas maupun panik merupakan respon normal yang dialami oleh seseorang ketika menghadapi situasi tertentu. 

Namun, kondisi ini akan menyebabkan otot pernapasan menjadi tegang, sehingga memicu rasa sesak nafas saat tiduran. 

Nah, apabila kamu sering mengalami gangguan kecemasan atau serangan panik, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan penanganan medis ya!

6. Asma 

Ini merupakan salah satu penyakit pernapasan yang disebabkan oleh penyempitan saluran napas oleh lendir. Kondisi ini bisa terjadi kapanpun dan membuat penderitanya kesulitan bernapas. Namun, gejala asma seringnya bisa menjadi lebih buruk saat malam hari. 

Oleh karena itu, kamu perlu waspada ketika kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala asma seperti kesulitan bernapas yang disertai dengan mengi (bunyi ngik-ngik), batuk, dan dada terasa sesak agar proses penanganan bisa lebih cepat.

7. Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Umumnya, penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah orang yang memiliki kebiasaan merokok dalam jangka waktu yang lama. 

Penyakit ini akan menyebabkan saluran pernapasan menjadi sempit dan udara di dalam paru-paru terperangkap, sehingga sulit keluar. Hal inilah yang membuat penderitanya mengalami sesak napas, terutama di malam hari saat tiduran. 

8. Pneumonia

Peradangan paru-paru akibat infeksi bakteri, jamur, atau virus ini bisa menyebabkan tubuh mengeluarkan lendir berlebihan yang akan menyumbat saluran pernapasan, sehingga bisa memicu sesak napas. 

Selain itu, ada juga gejala lain yang menyertai seperti batuk, demam, nyeri dada, serta mudah lelah. Maka dari itu, jika kamu mengalami berbagai gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter!

Artikel Terkait: Penyebab Nafas Pendek dan Cepat Lelah.

Cara Menghilangkan Sesak Napas Saat Tidur

cara mengatasi sesak nafas saat tiduran

Saat kamu mengalami sesak napas saat tidur, cobalah beberapa tindakan di bawah ini agar kamu bisa bernapas dengan lebih lega:

1. Ambil Posisi Tidur yang Tepat

Saat mengalami sesak nafas saat tiduran, cobalah untuk mengganti posisi tidur dengan postur yang lebih baik. Kamu bisa memilih tidur miring dengan posisi kepala lebih tinggi daripada badan. Gunakan bantal untuk membantu mengatur posisi tidurmu ya!

Selain itu, kamu juga disarankan untuk bernapas melalui mulut. Tindakan ini bisa membantu kamu dalam menghirup udara lebih banyak serta membuat proses bernapas menjadi lebih efektif. 

Namun sebelum itu, pastikan otot bahu dan leher dalam kondisi rileks agar sesak napas segera hilang. Selengkapnya bisa baca penjelasannya di artikel posisi tidur saat batuk dan sesak nafas.

2. Gunakan Kipas Angin

Menghirup udara dingin dari kipas angin dapat membantu melancarkan pernapasan loh! Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian yang dimuat dalam Journal of Pain and Symptom Management tahun 2010 silam. 

Kamu bisa menggunakan kipas angin genggam dan arahkan ke wajah agar napasmu bisa kembali lega ya!

3. Gunakan Obat

Sesak napas yang disebabkan oleh penyakit medis seperti asma, PPOK, atau pneumonia bisa diatasi oleh beberapa jenis obat, seperti inhaler, bronkodilator, nebulizer, maupun obat minum. 

Tentunya kamu harus berkonsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut agar tidak menimbulkan efek samping yang buruk bagi kesehatan. 

Selain ketiga langkah di atas, sebenarnya sesak napas bisa dicegah loh! Kamu bisa melakukan tips berikut ini agar organ pernapasan selalu sehat dan kamu bisa terus bernapas dengan lega:

  • Berendam air hangat agar otot pernapasan menjadi rileks.
  • Minum air putih hangat setidaknya 1 jam sebelum tidur. 
  • Ciptakan tempat tidur yang nyaman dan sejuk, kamu bisa mematikan lampu serta memasang aromaterapi agar kualitas tidur semakin meningkat. 
  • Olahraga rutin, setidaknya 30 menit setiap hari, untuk melatih otot pernapasan agar bisa bekerja dengan optimal. 
  • Hindari kebiasaan merokok serta mengonsumsi alkohol.
  • Bentuk pola makan yang teratur dan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang. 

Yuk! pahami baik-baik penyebab dan cara mengatasi sesak nafas saat tiduran seperti yang sudah dibahas di artikel ini.

Susu Etawaku untuk Mengatasi Sesak Nafas

Agar sesak napas tidak kembali datang, kamu perlu nutrisi harian yang tepat demi menjaga kesehatan saluran pernapasan. Salah satu sumber nutrisi yang bisa kamu konsumsi adalah susu kambing Etawaku Platinum

Etawaku Platinum terbuat dari susu kambing etawa asli yang memiliki nutrisi 3 kali lebih baik daripada susu sapi loh! Etawaku bisa menjadi menjadi sumber Fluorin dan Betakasein yang sangat baik dalam menjaga paru-paru, sehingga kamu bisa terhindar dari masalah sesak napas. 

Tak hanya itu, protein di dalam susu Etawaku Platinum bisa dicerna dengan mudah di dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena ukuran partikelnya yang kecil, sehingga bisa diserap dengan mudah. 

Yang lebih menarik lagi, kadar gula dalam Etawaku Platinum cukup rendah, sehingga bisa dikonsumsi oleh semua kalangan, mulai dari anak usia 2 tahun hingga lansia yang memiliki masalah diabetes. 

Jadi, kamu tidak perlu ragu lagi untuk rutin mengonsumsi susu Etawaku Platinum sebagai salah satu cara dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan setiap hari ya! Karena Etawaku lebih murni, lebih kaya nutrisi!

Baca Juga: Pilihan Merk Susu untuk Membersihkan Paru Paru.

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar