logo etawaku
Search
Close this search box.

Punggung Belakang Sakit dan Sesak Nafas

Punggung terasa sakit mungkin menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh hampir setiap orang. Namun, apakah kamu pernah mengalami punggung belakang sakit dan sesak nafas? 

Apa saja penyebab dari punggung terasa sakit yang disertai dengan sesak nafas dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak artikel ini sampai akhir.

Setiap hari, punggung kita menopang berbagai aktivitas, seperti saat kita mengangkat beban, mendukung gerakan tubuh, dan sebagainya.

Tak heran, bagian ini sangat rentan terkena cedera sehingga kita merasakan sakit punggung.

Mengenal Kondisi Punggung Belakang Sakit dan Sesak Nafas

Sebenarnya, sakit punggung bisa sembuh dalam waktu 1-8 minggu. Namun jika kondisi ini bertahan selama lebih dari tiga bulan, maka disebut dengan sakit punggung kronis.

Bisakah masalah tulang belakang menyebabkan sesak napas?

Selain rasa nyeri yang dirasakan sepanjang tulang belakang, rupanya kondisi ini juga bisa disertai dengan sesak nafas. Jadi, kamu akan seolah merasa jika menarik nafas punggung terasa sakit.

Parahnya, sakit punggung yang disertai dengan kesulitan bernafas ternyata bisa menjadi gejala dari penyakit yang berbahaya loh!

Hal itu disebabkan karena sesak nafas kerap menjadi gejala dari gangguan paru-paru dan jantung. Dan kedua kondisi ini telah kita ketahui berpotensi menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan.

Penyebab Punggung Belakang Sakit dan Sesak Nafas

Penyebab Punggung Belakang Sakit dan Sesak Nafas

Apa yang menyebabkan nyeri punggung disertai sesak napas? Berikut ini beberapa penyebab umumnya:

1. Ketegangan Otot

Otot yang tegang menjadi salah satu penyebab punggung belakang sakit dan sesak nafas yang paling umum, seperti setelah mengangkat beban yang berat.

Hal itu disebabkan karena punggung dan area di antara tulang rusuk kita terdapat banyak otot. 

Adanya cedera pada otot tersebut akan menyebabkan punggung terasa sakit dan membuat kita kesulitan dalam menarik nafas. 

Kondisi ini bisa membaik dalam beberapa hari.

Ketika kamu mengalami tegang otot, kamu bisa melakukan beberapa penanganan mandiri, seperti:

  • Istirahat yang cukup
  • Mengompres otot yang terasa tegang dengan air hangat atau air dingin
  • Konsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol

Apabila kondisi tersebut tak kunjung membaik, segera periksa ke dokter agar mendapatkan resep obat yang lebih kuat untuk membantu merilekskan otot.

2. Pneumonia 

Infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur ini kerap menunjukkan gejala seperti kesulitan bernapas, batuk, demam, serta nyeri punggung.

Pneumonia bisa muncul sebagai salah satu komplikasi flu, lansia dan orang dengan gangguan medis lainnya menunjukkan gejala pneumonia yang lebih parah. 

Penanganan untuk pneumonia bisa saja berbeda, tergantung dengan penyebabnya. Jika pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan resep antibiotik untuk membantu mengurangi gejala yang muncul.

Sedangkan untuk pneumonia yang disebabkan oleh jamur, dokter akan memberikan resep obat antijamur.

Jika kamu mengalami gejala pneumonia yang cukup parah, maka sebaiknya kamu segera mencari bantuan dari tenaga medis untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. 

3. Kelebihan Berat Badan

Berat badan berlebih membuat otot kita bekerja lebih keras dalam menunjang aktivitas sehari-hari. 

Tak jarang, orang yang memiliki berat badan berlebih juga memiliki timbunan lemak pada punggung serta dada.

Hal itulah yang membuat orang dengan berat badan berlebih kerap merasakan punggung belakang sakit dan sesak nafas. 

Baca Juga Artikel Lainnya: Kaki Terasa Ngilu dan Pegal.

Maka dari itu, orang obesitas sangat disarankan untuk menjaga berat badan agar tetap ideal, sehingga risiko terkena nyeri punggung, sesak nafas, serta gangguan kesehatan lainnya bisa berkurang.

4. Serangan Jantung

Dada terasa sakit dan nafas menjadi pendek-pendek merupakan gejala yang sangat umum dialami oleh orang yang terkena serangan jantung. 

Namun, tak jarang, penderita penyakit ini juga merasakan nyeri di bagian punggung, lengan bagian kiri, rahang, serta leher. 

5. Penyakit Jantung

Penderita arteri koroner atau penyakit jantung juga kerap mengalami punggung belakang sakit dan sesak nafas.

Tips: Ketika mencari pengobatan untuk mengatasi rasa nyeri dan sesak nafas, sebaiknya sebutkan juga riwayat penyakit jantung yang dialami ya!

6. Sindrom Cauda Equina

Penyebab punggung belakang sakit dan sesak nafas ini terjadi akibat adanya penekanan pada sekumpulan saraf yang ada di bagian bawah tulang belakang, sehingga mengganggu beberapa fungsi bagian tubuh.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan yang fatal seperti kelumpuhan permanen, inkontinensia urin dan tinja yang menyebabkan penderitanya tidak bisa mengontrol saat buang air kecil dan besar, hingga disfungsi seksual.

7. GERD

GERD merupakan salah satu gangguan yang menyebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan. 

Hal ini membuat penderitanya merasakan gejala seperti dada dan punggung terasa nyeri, muncul sensasi terbakar, serta mulut terasa pahit yang kerap terjadi setelah makan. 

Dalam kasus tertentu, asam lambung juga bisa masuk ke saluran pernafasan, sehingga menyebabkan kesulitan bernafas atau batuk. 

Untuk membantu mengatasi gejala yang muncul, biasanya dokter akan menyarankan penderita GERD untuk:

  • Mengonsumsi obat jenis over the counter
  • Menghindari kebiasaan tidur setelah makan untuk mencegah asam lambung naik
  • Menghindari berbagai jenis makanan yang bisa memicu asam lambung, seperti makanan pedas, berkafein, berlemak, serta alkohol. 

Baca lebih lanjut mengenai Sesak Nafas Karena Maag.

8. Penyakit Kandung Empedu

Terbentuknya batu dalam kandung empedu menyebabkan penderitanya mengalami rasa sakit yang terasa dari perut hingga punggung. 

Jika sudah muncul kondisi seperti ini, maka penanganan yang bisa dilakukan yaitu dengan operasi untuk menghilangkan batu empedu, termasuk dengan tindakan pengangkatan kandung empedu.

9. Emboli Paru

Gangguan ini disebabkan karena adanya pembekuan darah di dalam paru-paru.

Akibatnya, penderita emboli paru akan mengalami sesak nafas serta nyeri dada yang kerap dirasakan hingga ke punggung belakang. 

Penderita emboli paru memerlukan penanganan dari medis agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih berbahaya.

10. Diseksi Aorta

Penyebab punggung belakang sakit dan sesak nafas ini terjadi akibat robeknya lapisan pada dinding aorta. 

Selain punggung terasa nyeri dan sesak nafas, gejala diseksi aorta ini juga disertai dengan sakit pada dada, tubuh menjadi lemas, keringat berlebih, linglung, pusing, mual, bahkan pingsan. 

Sebelum terlambat, sebaiknya segera cari penanganan medis. Dalam beberapa kasus, tindakan operasi juga mungkin dilakukan untuk menangani gangguan ini.

11. Tulang Rusuk Patah

Mengalami patah tulang rusuk akan membuat penderitanya merasakan sesak nafas, nyeri dada yang terasa hingga ke punggung, serta rasa sakit ketika menarik nafas atau batuk.

Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya trauma dan proses pemulihannya bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama, tergantung usia dan kondisi kesehatan individu.

12. Kanker Paru-Paru

Sebenarnya, sesak nafas dan nyeri punggung bukan gejala dari kanker paru-paru.

Meski demikian, kanker paru-paru memang bisa menyebabkan sesak nafas dan nyeri pada dada.

Namun, perlu diperhatikan, jika kanker paru-paru menjalar ke tulang, maka hal ini bisa menyebabkan nyeri pada punggung maupun panggul.

Rekomendasi Artikel Terkait: Punggung Terasa Berat dan Pegal.

Etawaku- Susu Tinggi Kalsium Solusi Masalah Tulang dan Sesak Nafas

Untukmu yang ingin terbebas dari masalah sesak nafas dan tulang, termasuk punggung belakang yang sakit, bisa minum Susu Etawaku Platinum yang merupakan Susu Tinggi Kalsium (dan kaya nutrisi lainnya).

Susu dengan tinggi kalsium dapat menjaga kepadatan dan kekuatan tulang serta sendi agar lebih kuat dan sehat (bebas pegal, linu, nyeri sendi, dan lainnya).

Itu dia berbagai penyebab punggung belakang sakit dan sesak nafas, selanjutnya kamu bisa memilih obat alami nyeri dan sakit punggung maupun berobat langsung untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar