logo etawaku
Search
Close this search box.

15+ Contoh Kegiatan Sosial Emosional Anak TK, Coba Yuk Bun!

Tahukah Bunda? Salah satu cara agar kemampuan sosial emosional Si Kecil semakin optimal adalah lewat berbagai permainan yang seru. Penasaran dengan contoh kegiatan sosial emosional anak TK yang bisa Bunda terapkan? Yuk simak dalam artikel ini!

Bunda, selain mengalami perkembangan kognitif yang pesat, anak usia dini yang mulai masuk TK juga mengalami peningkatan kemampuan sosial emosional secara optimal. 

Memberikan berbagai stimulus di periode ini berarti memberikan kesempatan kepada Si Kecil agar tumbuh dengan lebih baik.

Apa Itu Kemampuan Sosial Emosional Anak TK?

Tapi sebelum lebih jauh membahas contoh kegiatan sosial emosional anak TK, sebenarnya apa sih kemampuan sosial emosional itu?

Sederhananya, kemampuan sosial emosional merupakan dua aspek yang berbeda, namun tidak terpisahkan. Kemampuan ini terkait dengan perkembangan emosional Si Kecil yang tak lepas dari pengaruh lingkungan sosialnya. 

Kemampuan ini berkembang dengan sangat cepat ketika Si Kecil berada di usia emasnya (the golden age), yaitu saat ia masih berada di dalam kandungan hingga berusia 6 tahun. 

Pentingnya Kemampuan Sosial Emosional Anak TK

Pentingnya Kemampuan Sosial Emosional Anak TK

Di usia dini inilah, ia mencapai kematangan dalam aspek berhubungan sosial, seperti kemampuan bergaul dengan orang tua, teman, serta orang-orang yang ada di sekitar. Ia juga mulai bisa mengekspresikan emosi dengan bebas dan terbuka. 

Kemampuan sosial emosional ini sangat penting bagi seseorang, karena hal ini berkaitan dengan sikap percaya diri, jujur, empati, serta keterampilan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya. 

Ada 3 faktor yang bisa mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak, yaitu:

  1. Faktor biologis, seperti temperamen dan karakteristik psikologi bawaan.
  2. Faktor lingkungan, yang meliputi kondisi ekonomi, sosial, budaya, dan tempat tinggal.
  3. Faktor relationship, seperti hubungan dengan orang tua, keluarga, teman, dan orang lain. 

Di rentang usia 2-6 tahun, umumnya Si Kecil mulai bisa menunjukkan perilaku sosial seperti meniru, muncul persaingan antar anak, mulai mampu bekerja sama, timbul empati, berbagi, atau bahkan mementingkan diri sendiri. 

Sementara itu, kemampuan emosionalnya dalam menunjukkan ekspresi seperti takut, malu, cemas, khawatir, marah, cemburu, duka cita, rasa ingin tahu, serta perasaan gembira juga semakin jelas. 

Di masa inilah, Si Kecil mulai paham tentang siapa dirinya, apa yang ia rasakan, serta mengerti tujuan saat berinteraksi dengan orang lain. 

Oleh karena itu, peran Bunda sebagai orang tua sangat diperlukan dalam memberikan stimulasi untuk Si Kecil agar ia bisa tumbuh dengan optimal dan memiliki kemampuan sosial emosional yang baik. 

Indikator Kemampuan Sosial Emosional Anak TK

Indikator Kemampuan Sosial Emosional Anak TK

Nah, saat Si Kecil mulai bersekolah TK, tentunya kemampuan sosial emosionalnya semakin kompleks dan meningkat, karena ia akan berinteraksi dengan lebih banyak orang, seperti teman-teman dan guru. 

Bunda mungkin masih bingung ya, di tahap usia ini, seberapa jauh kemampuan sosial emosional Si Kecil seharusnya berkembang? Makanya, agar lebih terarah, Bunda bisa mengikuti indikator berikut ini untuk memantau perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun:

Mampu Berinteraksi dengan Teman Sebaya dan Orang Dewasa.

Si Kecil sudah mulai bisa menunjukkan perkembangan sosial emosional untuk berinteraksi dengan teman sebaya dan orang dewasa, contohnya:

  • Mau bermain dengan anak seusianya
  • Memuji orang lain
  • Mengajak bermain atau belajar bersama teman sebayanya
  • Berbincang dengan orang dewasa saat beraktivitas maupun dengan teman seumurannya saat merasakan berbagai emosi, seperti sedih atau sakit.

Bisa Menunjukkan Rasa Percaya Diri.

Biasanya, anak TK sudah mulai menunjukkan rasa percaya dirinya lewat berbagai kegiatan, seperti berani bertanya atau menjawab, bisa menyampaikan pendapat, mampu mengambil keputusan sederhana, atau berpura-pura memainkan peran.

Si Kecil Mulai Mandiri.

Kemandirian anak juga mulai berkembang, terlihat dari tindakan saat memasang kancing atau resleting, memakai sepatu, makan atau minum, serta mengerjakan berbagai hal sederhana sendiri tanpa bantuan. 

Menunjukkan Emosi dengan Wajar.

Si Kecil bisa dikatakan memiliki perkembangan sosial emosional yang optimal jika ia bisa menunjukkan emosi secara wajar. Misalnya, ia tidak menangis ketika diberi kritik atau saran, mau meminta dan memberi maaf, membantu melerai perselisihan, dan sebagainya.

Disiplin, Taat Aturan, dan Bertanggung Jawab.

Di usia ini, Si Kecil mulai mengerti tentang disiplin, menaati aturan, serta belajar untuk bertanggung jawab. Hal ini bisa terlihat dari tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, merapikan mainan, mengerjakan tugas, serta menaati aturan yang diperintahkan. 

Contoh Kegiatan Sosial Emosional Anak TK

kegiatan sosial emosional anak TK

Sementara itu, di sekolah, keterampilan ini bisa diasah melalui berbagai permainan sebagai cara yang paling cocok untuk mengembangan kemampuan sosial emosional anak TK atau anak usia dini, seperti:

1. Bermain Peran

Permainan ini sangat mengasyikkan untuk dilakukan bersama teman sebayanya. Tak hanya itu, melakukan sandiwara ini juga merupakan salah satu kegiatan sosial emosional anak TK loh Bun!

Memainkan peran tentang pekerjaan tertentu akan melatih kemampuan kreativitas sekaligus rasa percaya diri Si Kecil.

2. Sambung Cerita

Permainan sambung cerita bisa menjadi salah satu cara untuk mengasah kemampuan Si Kecil dalam berimajinasi, mengelola emosi, serta meningkatkan keterampilan dalam berinteraksi dengan orang lain. 

Cara ini cukup mudah, yaitu dengan menceritakan sebuah kejadian dalam satu kalimat untuk disambungkan hingga menjadi sebuah cerita yang utuh. Arahkan agar ceritanya menjadi logis. Hal ini bisa membantu Si Kecil memahami perspektif orang lain. 

Informasi Lainnya: Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara, Kenapa?

3. Mengenalkan Hal Baru

Melakukan eksperimen sains di sekolah, atau mengunjungi berbagai tempat bersama teman-teman juga bisa menjadi contoh kegiatan sosial emosional anak TK untuk mengasah kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, sekaligus membuatnya bereksplorasi dan memunculkan rasa ingin tahunya. 

4. Menggambar dengan Mata Tertutup

Permainan ini juga bisa menjadi kegiatan sosial emosional anak TK yang sangat seru untuk dilakukan. Selain itu, permainan ini juga cukup simpel, hanya memerlukan alat berupa selembar kertas, pensil warna, dan kain penutup mata.

Caranya, tutup mata Si Kecil, kemudian minta ia menggambarkan sesuatu pada kertas dengan pensil warna yang telah disediakan. Setelah selesai, buka penutup matanya, lalu lihat bersama-sama. Permainan ini bisa melatih kemampuan empatinya.

5. Kereta-Keretaan 

Permainan ini melibatkan sekelompok anak, bisa 5-10 orang. Caranya, siapkan beberapa lembar kardus, pensil warna, dan stiker karakter. 

Minta ia untuk membentuk kardus seperti lokomotif, lalu hias dengan pensil warna dan stiker. 

Setelah jadi, perintahkan anak-anak untuk berbaris sambil menyanyikan lagu “Naik Kereta Api” dengan menggunakan kostum lokomotif kardus yang telah dibuat. Terdengar seru bukan?

Namun di balik serunya permainan ini, Si Kecil akan belajar cara untuk bekerja sama, saling membantu, serta mengasah kreativitas dan kemampuannya dalam bersosialisasi dengan kawan-kawannya loh!

Selain itu, selalu penuhi kebutuhan nutrisinya dengan memberikan susu kambing Etawaku Platinum yang terbuat dari susu kambing etawa asli, sehingga lebih murni, lebih kaya nutrisi. Yuk beli sekarang juga dan dapatkan promonya!

Etawaku memiliki banyak manfaat baik untuk anak, salah satunya bisa menjadi sebagai susu penambah berat badan anak 2 tahun.

6. Contoh Lainnya

Di rumah, Bunda bisa mendampingi Si Kecil sebagai salah satu upaya dalam mengembangkan kemampuan sosial emosionalnya dengan cara sebagai berikut:

  • Memberi contoh yang baik agar ditiru oleh Si Kecil. Misalnya, praktik berbagi untuk mengasah empati, meminta maaf, berterima kasih, serta ramah saat berinteraksi dengan orang lain. 
  • Buat kondisi yang positif di rumah agar Si Kecil bisa merasa nyaman dengan diri sendiri. Bunda juga perlu memberikan pujian saat ia berperilaku baik agar ia tumbuh percaya diri, gembira, serta murah hati.
  • Ajak Si Kecil mengobrol tentang perasaannya agar rasa empatinya semakin kuat. Pertanyaan tersebut juga akan memberikan kesadaran pada Si Kecil bahwa seluruh tindakan yang dilakukan bisa berpengaruh terhadap emosi orang di sekitarnya. 
  • Latih ia bekerja sama, misalnya melalui berbagai permainan yang menyenangkan, seperti bermain bola, boneka, atau masak-masakan.
  • Asah kemampuan Si Kecil untuk menyelesaikan masalah agar ia memiliki kemampuan negosiasi, berkompromi, serta menuntaskan konflik yang dialami. 

Baca Juga: Penyebab Anak Lemas dan Tidur Terus Menerus.

Nah, Bunda, itu dia berbagai contoh kegiatan sosial emosional anak TK yang bisa dilakukan di rumah maupun di sekolah. Pastikan Bunda selalu memantau pertumbuhan Si Kecil agar ia bisa tumbuh dengan lebih optimal ya!

Jika si kecil sudah mulai tumbuh lebih dan sudah bisa bergerak dengan maksimal, terdapat juga permainan engklek yang memiliki banyak manfaat untuk perkembangannya. Kami sudah pernah membahasnya di artikel mengapa permainan engklek sangat baik untuk pertumbuhan anak.

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar