logo etawaku
Search
Close this search box.

Obat Tradisional Tulang Retak dan Bengkak

Obat Tradisional Tulang Retak dan Bengkak – Pengobatan tradisional sering digunakan sebagai opsi penanganan penyakit yang rendah risiko, salah satunya untuk pengobatan tulang retak dan bengkak.

Jika kamu penasaran dengan obat tulang retak dan bengkak tradisional, yuk simak artikel ini sampai akhir agar kamu tidak minim informasi!

Tulang retak bisa menimbulkan berbagai gejala, seperti rasa nyeri, pembengkakan, atau muncul warna kemerahan di daerah tersebut. Tentunya, hal ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Memang ketika mengalami kondisi ini, kita sangat disarankan untuk langsung mencari pertolongan medis. Namun bagi beberapa orang, pengobatan secara tradisional justru menjadi opsi utama, karena dianggap lebih murah dan lebih aman. 

Berdasarkan penuturan dari Erica Kholine, seorang dokter spesialis bedah ortopedi – konsultan pundak dan siku, yang dikutip dari laman CNN Indonesia, pengobatan tradisional memang bisa digunakan untuk menangani kasus patah tulang ringan.

Rekomendasi Obat Tradisional Tulang Retak dan Bengkak

jenis Obat Tradisional Tulang Retak dan Bengkak

Tentunya, tingkat efektivitas pengobatan tradisional yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut bisa berbeda-beda, tergantung pada tingkat keparahan patah tulang serta sifat patah tulang yang dialami. 

Berikut ini beberapa cara atau Obat Tradisional Tulang Retak dan Bengkak yang bisa kamu coba:

1. Penggunaan Bidal

Bidal atau gendongan lengan (arm sling) biasanya digunakan saat seseorang mengalami patah tulang di bagian lengan atau bahu. Penggunaan bidal ini bisa membantu proses penyembuhan dan menjaga rentang gerak penderita tulang retak.

Gendongan lengan bertujuan untuk membatasi agar bahu tidak bergerak terlalu banyak, sehingga tendon manset rotator atau jaringan otot yang ada di sekitar sendi bisa kembali menyatu dan mempercepat proses penyembuhan tulang retak.

Biasanya, gendongan lengan ini dipasang dalam jangka waktu 4-6 minggu setelah operasi dilakukan. Di masa itu, berbagai aktivitas yang menggunakan bahu secara aktif seperti mengangkat, mendorong, dan sebagainya harus dibatasi.

Akan tetapi, perlu kamu garis bawahi bahwa metode ini hanya digunakan sebagai langkah pendukung saja dan bukan untuk menggantikan prosedur medis, ya!

2. Melakukan Pemijatan

Metode pemijatan sering dilakukan saat mengalami pembengkakan. Cara tradisional ini cukup ampuh untuk membuat bagian tubuh yang bengkak menjadi lebih rileks. 

Meski demikian, sebelum melakukan pemijatan pada area yang bengkak, kamu harus tahu penyebab pembengkakan terlebih dahulu.

Hal itu disebabkan karena tindakan ini efektif dilakukan untuk beberapa kondisi, seperti pegal dan gangguan ringan lainnya.

Sementara itu, jika pembengkakan disebabkan oleh cedera berat seperti keseleo, patah tulang, atau arthritis, kamu justru harus menghindari tindakan ini. 

3. Ramuan Tradisional Minyak Jarak

Langkah lain yang bisa digunakan untuk mengatasi tulang retak dan bengkak secara tradisional yaitu dengan memberikan ramuan tradisional. 

Salah satu bahan ramuan tradisional yang paling sering digunakan untuk mengatasi masalah ini yaitu minyak jarak. 

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Polymers for advanced technologies tahun 2018 silam menyebutkan bahwa, kandungan asam risinoleat dalam minyak jarak memiliki potensi untuk mengurangi pembengkakan serta rasa nyeri yang dialami pada tikus. 

Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat minyak jarak dalam membantu mengatasi rasa nyeri dan bengkak pada manusia. 

4. Mengoleskan Cuka Apel

Kalium merupakan salah satu kandungan yang ada dalam cuka apel. Senyawa ini memiliki potensi untuk mengurangi penumpukan cairan yang bisa menyebabkan kaki bengkak. 

Langkah menggunakan cuka apel sebagai Obat Tradisional Tulang Retak dan Bengkak ini cukup mudah. Kamu hanya perlu mencampurkan cuka apel dalam air hangat dengan perbandingan 1:1.

Selanjutnya, rendam handuk ke dalam campuran tersebut dan tempelkan handuk ke bagian yang bengkak. 

Rekomendasi Artikel Lain: Susu untuk Pengapuran Tulang.

5. Berendam Larutan Garam Epsom

Garam epsom merupakan salah satu bahan tradisional yang kerap digunakan untuk menangani pembengkakan. Terapi ini bisa dilakukan di rumah dengan prosedur yang sangat mudah. Yuk, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Siapkan ember, air hangat, dan 115 gram garam epsom (Jika tidak ada jenis garam ini, kamu bisa menggunakan garam dapur atau garam laut ya)
  2. Masukkan air hangat ke dalam ember
  3. Lalu campurkan dengan garam hingga merata. 
  4. Rendam bagian tubuh yang bengkak selama 15-20 menit.

Melakukan terapi ini bisa membantu kamu agar makin rileks, selain itu juga bisa memberikan manfaat lain, seperti:

  • Mengeluarkan racun dalam tubuh.
  • Membantu melancarkan aliran darah.
  • Meredakan peradangan karena senyawa magnesium sulfat yang meresap dalam pori-pori kulit.
  • Menghaluskan kulit.

6. Menggunakan Tanaman Herbal

Selain melakukan beberapa metode di atas, masih ada lagi beberapa tanaman herbal yang bisa digunakan untuk membantu mempercepat pemulihan tulang retak, seperti:

– Tanaman Cakar Ayam

Tanaman yang memiliki nama latin Selaginella doederleinii ini seringkali digunakan sebagai obat tulang retak dan bengkak tradisional. 

Tak heran, kandungan flavonoid, alkaloid, serta magnesium yang terdapat dalam tanaman ini memang sangat baik dalam proses penyembuhan inflamasi, salah satunya rasa nyeri akibat pembengkakan setelah mengalami patah tulang. 

Penelitian yang dimuat dalam jurnal National Journal of Maxillofacial Surgery tahun 2017 lalu menyebutkan bahwa melakukan pengompresan dengan seluruh bagian tanaman cakar ayam bisa membantu mengurangi peradangan serta melancarkan aliran darah.

Cara menggunakan tanaman cakar ayam sebagai obat tulang retak dan bengkak tradisional ini terbilang cukup mudah, kamu hanya perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Siapkan seluruh bagian tanaman cakar ayam segar sebanyak 15-30 gram.
  2. Cuci bahan tersebut dengan air mengalir hingga bersih. 
  3. Pipihkan hingga lumat.
  4. Tempelkan bahan ini ke bagian tulang yang retak, lalu balut dengan perban hingga cukup kencang. 
  5. Ganti ramuan sebanyak 3 kali sehari.

– Daun Gandarusa

Manfaat daun gandarusa untuk mengatasi cedera otot dan tulang rupanya telah dikenal sejak lama. Bahkan di Indonesia, minyak gandarusa sering digunakan sebagai minyak kompres dan minyak pijat secara turun temurun. 

Setelah diteliti, ternyata daun gandarusa memiliki berbagai senyawa yang sangat baik dalam mengatasi inflamasi, mempercepat kerusakan jaringan tulang dan otot, serta mempercepat proses pengikatan kalsium pada tulang saat proses penyembuhan. 

Tak hanya itu, penggunaan minyak gandarusa juga bisa meredakan rasa nyeri yang muncul akibat cedera tulang. 

Kamu bisa membuat ramuan tradisional ini sendiri dengan cara sebagai berikut:

  1. Siapkan beberapa lembar daun gandarusa, arak, serta cuka.
  2. Cuci bersih daun gandarusa dengan air mengalir.
  3. Tumbuk daun hingga lumat kasar. 
  4. Campurkan dengan arak dan cuka sampai ramuan kental.
  5. Oleskan ramuan tersebut pada bagian tulang yang patah, lalu balut dengan perban sampai kencang. Ganti ramuan ini setiap hari ya!

Etawaku Platinum, Susu untuk Kekuatan dan Kesehatan Tulang Sendi

Menjaga kepadatan tulang dan sendi merupakan suatu hal yang harus dilakukan dan sangat penting untuk diperhatikan, karena jika tulang sendi lemah, kamu akan sering mengalami permasalahan.

Mulai dari tulang keropos, nyeri sendi, pegal, dan masalah penyakit tulang sendi lain yang seringkali di alami.

Untuk itu, kamu bisa minum Susu Etawaku Platinum yang memiliki tinggi kalsium dan berbagai nutrisi baik lainnya.

Baca Juga: Susu untuk Penderita Radang Sendi.

Itu dia beberapa obat tradisional tulang retak dan bengkak yang bisa kamu coba. Selalu ingat bahwa manfaat dari berbagai bahan tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut, sehingga kamu tetap perlu mencari penanganan medis terlebih dahulu. 

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar