logo etawaku
Search
Close this search box.

Manfaat Berjemur untuk Asam Lambung, Yuk Jadikan Kebiasaan!

Berjemur biasanya dilakukan untuk memberikan asupan vitamin D. Namun, tahukah kamu, ternyata aktivitas tersebut juga bisa memberikan manfaat lain seperti untuk asam lambung?

Ada beberapa manfaat berjemur untuk asam lambung yang membuatnya menjadi salah satu cara mengatasi masalah pada lambung.

Asam lambung merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita orang-orang. Memiliki masalah asam lambung tentunya harus memperhatikan gaya hidup dan pola makannya. Jika tidak, penyakit ini akan memberikan gejala yang sangat sakit hingga membuat kita tidak bisa melakukan aktivitas. 

Apa itu Asam Lambung?

Apa Itu Penyakit Asam Lambung

Asam lambung atau yang juga disebut gerd, merupakan penyakit saat asam lambung naik ke kerongkongan atau esofagus. Asam lambung dapat terjadi di semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa. Umumnya, penyakit ini datang disertai dengan gejala nyeri ulu hati, nyeri dada bagian bawah, hingga perut.

Asam lambung terjadi saat sfingter esofagus atau otot pencegah naiknya isi lambung, tidak berkontraksi atau melemah. Sehingga, isi dan cairan lambung naik mengalir ke esofagus atau kerongkongan.

Pada saat menelan makanan, normalnya pita otot yang berada di bagian bawah kerongkongan atau sfingter esofagus akan rileks. Sehingga saat makanan atau minuman sudah mengalir ke perut, sfingter esofagus ini akan kembali menutup.

Namun pada penderita asam lambung, bagian sfingter esofagus akan mengendur dan melemah. Hal inilah yang membuat asam lambung kembali naik ke kerongkongan dan menyebabkan radang dan iritasi.

Selain karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya gerd atau asam lambung pada seseorang, yaitu:

  • Berat badan yang berlebih atau obesitas
  • Wanita hamil, karena adanya tekanan pada perut
  • Perokok aktif maupun pasif
  • Gastroparesis, kondisi melemahnya otot dinding lambung
  • Hernia hiatus, tonjolan dari lambung yang menghalangi makanan masuk ke lambung
  • Scleroderma, penyakit yang menyerang jaringan ikat
  • Konsumsi obat seperti obat anti inflamasi non-steroid (NSAID), obat anti depresan, obat asma, benzodiazepin dan jenis obat calcium inhibitor.
  • Genetik
  • Makanan asam, asin, bersantan
  • Kebiasan tidur setelah makan
  • Masalah medis tertentu seperti penyakit celiac, diabetes, dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis).

Namun tahukah kamu jika berjemur dan mandi pagi memiliki keterkaitan dengan asam lambung? Bagaimana bisa? Cek faktanya berikut ini.

Manfaat Berjemur untuk Asam Lambung di Pagi Hari 

berjemur untuk penderita aasam lambung

Selain mandi di pagi hari, berjemur juga diyakini berkaitan dengan penyakit asam lambung. Apa fakta manfaat berjemur untuk asam lambung?

Jadi, sinar matahari pada pagi hari menghasilkan sinar UV yang membuat tubuh menghasilkan vitamin D. Kandungan vitamin D sangat berperan penting bagi tubuh karena dapat meningkatkan kerja otot, metabolisme tubuh, dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh.

Waktu yang baik untuk berjemur yaitu 15 menit sebelum jam 10.00. Tidak perlu dilakukan setiap hari, disarankan setiap dua atau tiga kali dalam seminggu. Jangan lupa sebelum berjemur menggunakan tabir surya untuk mencegah kulit menggelap dan resiko kanker kulit.

Mandi Pagi Setelah Berjemur untuk Asam Lambung

Hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan hubungan mandi pagi dengan asam lambung. Namun, beberapa orang mempercayai jika mandi berkaitan dengan penyakit asam lambung.

Umumnya manusia mandi 2 kali saat pagi dan sore hari. Namun berbeda bagi penderita asam lambung. Penderita asam lambung biasanya memiliki tekanan darah rendah, hal ini yang membuat penderita akan langsung terasa dingin saat mandi.

Saat pagi hari, air akan terasa lebih dingin. Oleh karena itu, hal ini akan menyebabkan penderita asam lambung langsung menggigil dan terasa dingin hingga ke tulang (Baca Juga: Lengan kiri terasa pegal karena asam lambung).

Bukannya merasa segar setelah mandi, namun penderita asam lambung justru akan terus merasa kedinginan dan pusing setelah mandi.

Lalu apakah penderita asam lambung tidak boleh mandi?

Dengan penjelasan di atas, bukan berarti seorang penderita asam lambung tidak boleh mandi. Mandi sebuah kebutuhan bagi setiap orang. Kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan bau badan dan membersihkan tubuh dari kotoran.

Bagi penderita asam lambung terutama dengan darah rendah, tetap bisa mandi secara bebas. Kamu bisa mandi menggunakan air dingin atau hangat. Namun jika menggunakan air dingin, perlu dipastikan apakah air tersebut dapat membuat kamu menggigil atau tidak.

Saat mandi perlu diperhatikan juga cara mengguyur. Sebaiknya cara mengguyur tidak asal jebar jebur. Lakukan secara perlahan tanpa harus menggunakan tenaga besar. Yang penting mandi tanpa harus membuat kepala menjadi pusing.

Mengatasi Asam Lambung dengan Etawaku

Etawaku merupakan susu kambing etawa murni yang memiliki kandungan nutrisi 3x lebih baik dari pada susu sapi. Susu kambing Etawaku memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, salah satunya bisa mengatasi masalah asam lambung.

Etawaku mengandung asam lemak esensial 35% lebih tinggi dibanding susu sapi yang hanya 17%. Asam lemak esensial ini merupakan lemak baik pada susu kambing yang bermanfaat sebagai sumber energi dan baik untuk sistem pencernaan.

Tak hanya itu, dalam Etawaku terdapat juga kandungan nutrisi yang bersifat alkali. Sehingga, cocok untuk penderita asam lambung dan maag.

Belum lagi adanya kandungan selenium dalam produk Etawaku yang bermanfaat untuk menjalankan sistem imun, sehingga tubuh tidak mudah sakit.

Jadi, bagi kamu yang ingin minum susu kambing untuk asam lambung, yuk pilih Susu Etawaku!

Itulah manfaat berjemur untuk asam lambung dan fakta mengenai mandi di pagi hari untuk penderita asam lambung. Meskipun berjemur tidak memberikan efek secara langsung, namun berjemur dapat memberikan manfaat lain yang bagus untuk tubuh!

Selain asam lambung, ada juga penyakit tukak lambung. Nah, mungkin kamu butuh juga informasi mengenai tanda tanda tukak lambung sembuh.

Photo of author

Alifia Furaida Salsabila

Tinggalkan komentar