logo etawaku
Search
Close this search box.

Fungsi Lambung Dalam Sistem Pencernaan, Pahami Baik-Baik, Ya!

Lambung merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki peran penting dalam sistem pencernaan. Lalu, sebenarnya apa saja sih struktur lambung itu? Dan bagaimana fungsi lambung dalam sistem pencernaan? Yuk simak artikel ini sampai selesai.

Lambung adalah organ tubuh yang berada di sebelah kiri perut bagian atas. Lambung bertugas menerima makanan yang berasal dari kerongkongan. Ketika makanan berada di ujung kerongkongan, maka makanan akan masuk ke dalam perut melewati katup otot yang disebut katup kerongkongan bawah.

Setelah makanan berada di dalam lambung, maka akan dicerna menggunakan asam serta enzim yang ada pada lambung. Kemudian, otot akan mulai memproses makanan dengan cara mengaduk untuk meningkatkan pencernaan.

Struktur Lambung

Sebelum mengenal fungsi lambung dalam sistem pencernaan, kita perlu mengetahui terlebih dahulu struktur lambung.

Lambung merupakan organ yang terhubung dengan dua saluran pada setiap ujungnya.

  • Pada ujung atas lambung terhubung dengan esofagus (kerongkongan) atau jalur masuk makanan ke dalam lambung.
  • Sedangkan bagian bawah lambung terhubung dengan usus halus yang merupakan organ dengan bentuk selang panjang yang menghubungkan dua organ, yaitu lambung dan usus besar.

Untuk lebih jelasnya berikut ini struktur lambung yang dibagi menjadi lima:

1. Kardiak

Kardiak merupakan struktur lambung yang berada di atas lambung dan langsung berbatasan dengan esofagus. Makanan yang memasuki esofagus nantinya akan melewati area ini sebelum dicerna oleh bagian tengah lambung. 

Perlu diketahui, perbatasan antara lambung dan lambung disebut dengan persimpangan gastroesofageal (GE). Di ujung kardiak, terdapat sfingter kardiak atau otot berbentuk cincin yang berfungsi untuk mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

2. Fundus

Setelah makanan melewati bagian kardiak, langkah selanjutnya adalah menuju fundus. Fundus merupakan bagian teratas lambung yang melengkung dan terletak dibawah diafragma. Di bagian ini, makanan dimulai proses pencernaan dan pencampuran dengan enzim.

3. Badan Lambung

Badan lambung merupakan bagian lambung yang memiliki fungsi utama yakni berperan dalam mencerna makanan, mencampurnya dengan enzim, dan mengolahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil yang disebut kim.

4. Antrum

Antrum atau yang juga dikenal sebagai antrum pilorus, merupakan bagian paling bawah dari lambung yang berbentuk melengkung dan memungkinkannya untuk menampung kim sebelum mengalirkannya ke usus halus.

5. Pilorus

Pilorus adalah bagian terakhir dari lambung. Pilorus berhubungan langsung dengan usus halus dan terdiri dari sfingter pilorus, sebuah otot berbentuk cincin yang berfungsi sebagai katup untuk mengatur aliran kim dari lambung ke duodenum, serta mencegah aliran balik kim ke dalam lambung.

Dikutip dari Hello Sehat, sfingter pilorus memiliki tugas untuk mengatur keluarnya kim dari lambung menuju bagian awal usus halus (duodenum). Bagian dari lambung ini juga berfungsi mencegah kim yang sudah menuju ke usus halus agar tidak bergerak kembali ke lambung. 

Fungsi Lambung Dalam Sistem Pencernaan

fungsi lambung untuk sistem pencernaan

Proses pencernaan dimulai ketika makanan yang dikonsumsi melalui esofagus tiba di lambung, sebuah organ berbentuk selang yang terhubung dengan bagian paling atas lambung. Saat makanan memasuki lambung, organ ini segera melaksanakan fungsinya dengan tahapan sebagai berikut:

1. Pencernaan Makanan

Fungsi utama lambung adalah mengolah makanan. Dengan bantuan asam dan enzim, lambung memecah makanan menjadi partikel-partikel kecil. Selama proses ini, lambung melakukan gerakan peristaltik secara refleks untuk mencampur makanan dengan asam dan enzim.

2. Penyimpanan Makanan

Tidak semua makanan yang masuk ke lambung diolah secara instan. Lambung juga berperan sebagai tempat penyimpanan makanan, sehingga sebagian dari makanan yang dikonsumsi dapat disimpan untuk diolah kemudian.

3. Penyaringan dan Penghilangan Zat Berbahaya

Lambung menghasilkan asam hidroklorik yang tidak hanya membantu dalam pemecahan makanan, tetapi juga berfungsi sebagai penyaring dan penghilang zat atau mikroba berbahaya dalam makanan. Ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari potensi serangan penyakit.

4. Penyerapan Zat Berguna untuk Tubuh

Selain tugas mencernakan, menyimpan, dan menyaring zat berbahaya, lambung juga berperan dalam menyerap zat-zat berguna untuk tubuh. Selain enzim dan asam, lambung memproduksi zat lain yang memfasilitasi penyerapan zat-zat yang bermanfaat, seperti vitamin B12.

Rekomendasi Artikel: Air Gula untuk Asam Lambung, Benarkah Kaya Manfaat?

Macam-Macam Penyakit Lambung

Seringkali, kesehatan lambung diabaikan, padahal berbagai jenis penyakit pada lambung dapat muncul. Berikut adalah beberapa jenis penyakit lambung yang umum terjadi:

1. Dispepsia

Dispepsia mencakup gejala ketidaknyamanan pada perut bagian atas, seperti kembung, mual, dan bersendawa. Meskipun bukan penyakit, kondisi ini sering dipicu oleh makanan, minuman, dan obat-obatan seperti makan terlalu cepat, konsumsi makanan berlemak, pedas, kafein berlebihan, dan merokok.

2. Gastritis

Gastritis merupakan gangguan pencernaan pada lambung yang dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori, infeksi virus, penggunaan obat tertentu, atau konsumsi alkohol.

Gejalanya seperti mual, muntah, perut kembung, dan kehilangan nafsu makan dengan kemungkinan timbulnya BAB hitam atau muntah darah pada kondisi berat.

3. Gastroparesis

Gastroparesis terjadi ketika otot-otot lambung tidak berfungsi normal sehingga menyebabkan kelumpuhan lambung dan pencernaan makanan yang lambat. Gejala meliputi muntah, mual, cepat merasa kenyang, sakit perut, dan penurunan nafsu makan.

4. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD menyebabkan gejala utama berupa heartburn yang bisa menyebar hingga tenggorokan dan menyebabkan rasa asam di mulut. Gejala lainnya termasuk sakit tenggorokan, kesulitan menelan, batuk kering, suara serak, mual, dan muntah. Perubahan gaya hidup dan penggunaan obat tertentu dapat mengatasi gangguan ini.

5. Tukak Lambung

Tukak lambung merupakan luka pada lapisan lambung akibat terkikisnya dinding lambung. Gejala melibatkan nyeri perut terutama saat malam atau perut kosong, disertai tidak nafsu makan, kembung, mual, dan muntah.

Penyebab utama adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat anti nyeri yang berkepanjangan.

Baca Juga: Tanda Tanda Tukak Lambung Sembuh dari Penyakit.

6. Kanker Lambung

Kanker lambung merupakan penyakit serius pada lambung, memiliki faktor risiko seperti infeksi bakteri Helicobacter pylori, anemia pernisiosa, dan diet tinggi nitrat. Gejala awal melibatkan kembung, sering sendawa, perut mulas, cepat kenyang, mual terus-menerus, dan dapat didiagnosis dengan berbagai tes di rumah sakit.

7. Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah penyakit yang mencakup diare, muntah, dan perut kram. Penyebabnya termasuk konsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik atau minum air terkontaminasi. Meskipun sering dianggap sepele, kondisi ini dapat berbahaya dan memerlukan perhatian medis.

8. Hernia Hiatus

Hernia hiatus terjadi ketika lambung masuk ke rongga dada, terutama pada orang yang berusia di atas 50 tahun, obesitas, dan perokok. Gejala termasuk perut begah, nyeri, rasa pahit di tenggorokan, dan sensasi panas di kerongkongan. Pengobatan bergantung pada tingkat keparahan, mulai dari obat hingga operasi jika diperlukan.

Cara Menjaga Kesehatan Lambung

Cara Menjaga Kesehatan Lambung

Masalah kesehatan yang berasal dari lambung sangat sakit dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tak hanya itu, masalah kesehatan dari lambung jika dibiarkan juga sangat  berisiko kematian. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan lambung.

1. Menjaga Waktu Makan

Seringkali kesibukan sehari-hari membuat seseorang terlambat makan. Padahal ketidakteraturan dalam pola makan dapat menjadi pemicu tingginya asam lambung.

Oleh karena itu, disarankan untuk menjaga konsistensi dalam jadwal makan, termasuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Jika mungkin hindari makan 3 hingga 4 jam sebelum tidur untuk mencegah asam lambung naik karena posisi tubuh yang berbaring.

2. Memilih Makanan Alami

Sebagian besar makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengalami proses pengolahan. Namun, berbagai riset menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan alami yang kaya nutrisi dapat melindungi lambung dari berbagai gangguan pencernaan.

Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan konsumsi makanan alami dalam pola makan sehari-hari.

3. Mengatur Porsi Makan

Makan dalam porsi besar dapat membuat otot lambung meregang yang dapat menyebabkan tekanan berlebih pada lambung dan menghasilkan keluhan perut begah, sakit perut, atau heartburn. Mengatur porsi makan menjadi lebih kecil dan sering (4-5 kali sehari) dapat membantu meringankan kerja lambung.

4. Mengelola Stres

Stres dapat menjadi pemicu penyakit GERD karena dapat mengurangi produksi hormon prostaglandin yang melapisi dinding lambung untuk melindunginya dari asam lambung.

Untuk mengatasi stres, kamu dapat mencoba teknik pernapasan, meditasi atau melakukan aktivitas yang menyenangkan. Jika diperlukan, konsultasikan dengan psikolog untuk mendapatkan terapi.

5. Minum Air Dengan Bijak

Meskipun sederhana, minum air dapat membantu menjaga kesehatan lambung dengan menetralkan pH lambung saat produksi asam tinggi. Namun hindari minum air terlalu banyak dalam waktu singkat untuk mencegah gangguan keseimbangan mineral dalam lambung.

6. Batasi Konsumsi Alkohol dan Kafein

Alkohol dan kafein dapat memengaruhi fungsi lambung, sementara asam tinggi pada kopi dapat menghambat penutupan otot sfingter kerongkongan yang seharusnya menutup saat tidak sedang menelan makanan.

Hindari merokok karena nikotin dapat melemaskan otot sfingter kerongkongan yang dapat menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan dan memicu gejala GERD.

7. Menghindari Merokok

Merokok atau menggunakan produk tembakau dapat berdampak negatif pada kesehatan lambung dengan melemaskan otot sfingter kerongkongan yang dapat menyebabkan naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Hal ini tidak hanya menyebabkan gejala maag, tetapi juga dapat mengakibatkan radang pada kerongkongan (esofagitis).

Jaga Kesehatan Lambung dengan Etawaku Platinum

Kesehatan lambung penting untuk dijaga, supaya terhindar dari penyakit maag dan asam lambung, maupun penyakit lambung lainnya. Untuk itu, kamu bisa mengonsumsi Etawaku Platinum untuk menjaga supaya lambung tetap sehat dan mengatasi berbagai masalah lambung.

Etawaku adalah susu kambing murni yang baik untuk asam lambung maupun kesehatan pencernaan secara keseluruhan. Susu kambing sendiri memiliki nutrisi 3x lebih dari susu sapi, sehingga kaya akan manfaat yang bagus untuk kesehatan tubuh. Konsumsi Etawaku juga bisa menjadi solusi tepat untuk atasi masalah lambung.

Photo of author

Alifia Furaida Salsabila

Tinggalkan komentar