logo etawaku
Search
Close this search box.

4+ Cara Mengatasi Diare Setelah Minum Susu Pada Anak dan Dewasa

Meskipun memiliki rasa yang enak, faktanya tidak semua orang bisa minum susu sapi. Beberapa orang memiliki intoleransi terhadap susu sapi yang dapat menimbulkan reaksi seperti diare. Lalu, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasi diare setelah minum susu? Simak artikel ini sampai selesai, ya. 

Diare merupakan masalah kesehatan dimana penderitanya akan lebih sering buang air besar (BAB). Dalam sehari, seseorang bisa BAB dengan jumlah yang tidak umum, bisa berkali kali dan biasanya ini berlangsung selama beberapa hari.

Umumnya diare disebabkan karena pola makan yang tidak sehat seperti makanan pedas, asam, dan makanan yang tidak sehat lainnya. Namun tahukah kamu, ternyata diare bisa juga disebabkan karena minum susu loh. Bagaimana bisa?

Penyebab Diare Setelah Minum Susu

Susu merupakan salah satu minuman yang memiliki kandungan nutrisi lengkap. Mengonsumsi susu untuk anak-anak maupun dewasa dapat melengkapi gizi harian. Namun sayangnya beberapa anak memiliki alergi susu sapi. Adapun beberapa penyebabnya sebagai berikut:

1. Alergi Susu Sapi

Tidak semua anak cocok dengan susu sapi, beberapa diantaranya memiliki alergi. Gejala yang muncul pada anak yang memiliki alergi susu sapi bisa bermacam-macam, mulai dari gejala ringan hingga berat. Gejala ini biasanya akan muncul beberapa menit setelah minum susu.

Misalnya diare yang disertai dengan kram perut dan muntah. Diare setelah minum susu merupakan respon imun pada tubuh si kecil. Namun bunda perlu berhati-hati, sebab reaksi alergi yang parah sangat berbahaya.

2. Intoleransi Laktosa

Diare setelah minum susu bisa juga disebabkan karena adanya intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa merupakan kondisi saat perut tidak bisa mencerna susu dengan baik yang menyebabkan beberapa masalah pada sistem pencernaan sepeerti diare. 

Intoleran laktosa terjadi karena tidak cukupnya kandungan enzim laktase pada tubuhnya. Enzim laktase berfungsi untuk mencerna gula laktosa yang ada pada susu, untuk kemudian diubah bentuknya sehingga lebih mudah dicerna. 

Perlu bunda pahami, selain diare, seseorang yang mengalami intoleransi laktosa juga akan mengalami beberapa masalah lainnya yang berhubungan dengan perut atau pencernaan.

a. Sakit Perut

Saat mengonsumsi produk susu namun memiliki intoleran laktosa, maka gejala yang akan muncul yaitu sakit perut. Gejala ini muncul pada bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. 

Sakit perut terjadi karena organ lambung yang tidak bisa memecah laktosa pada susu untuk disalurkan ke usus besar. Hal inilah yang memicu munculnya nyeri dan kram pada perut

b. Kembung

Salah satu respon tubuh karena intoleran laktosa yaitu perut kembung. Umumnya kembung pada perut akan disertai juga dengan gemuruh yang membuat tidak nyaman.

Hal ini terjadi karena laktosa tidak bisa dicerna oleh bakteri di usus sehingga menghasilkan gas berlebih. Gas inilah yang akan menimbulkan suara keroncong meski sedang tidak lapar.

c. Kentut

Laktosa yang tidak dapat dicerna oleh tubuh juga bisa menyebabkan penderitanya sering kentut. Gas dikeluarkan supaya tidak terjadi penumpukan di dalam perut. 

d. Mual dan Muntah

Meskipun tidak sering, namun dalam berbagai kasus, penderita intoleran laktosa akan mengalami gejala mual dan muntah. Kondisi ini terjadi dalam jangka waktu 30 menit atau 2 jam setelah mengonsumsi produk susu.

Pada umumnya semua gejala intoleransi laktosa akan muncul 30 menit hingga 2 jam setelah anak mengonsumsi susu ataupun produk olahan susu lainnya. Jika bunda melihat adanya intoleransi laktosa pada anak, pilihlah susu yang bebas laktosa atau setidaknya lebih rendah laktosa.

Namun mesipun begitu, sebenarnya laktosa tidak selalu negatif, laktosa juga mempunyai manfaat positif dalam zat gizi susu. Kok bisa? Untuk detailnya bisa baca di artikel laktosa dalam zat gizi susu berfungsi untuk?.

3. Berkurangnya Enzim Laktase

Enzim laktase pada tubuh manusia sudah terbentuk sejak janin. Namun, untuk bayi yang lahir prematur dengan berat badan kurang dari 2500 gram, memiliki enzim laktase yang lebih sedikit dalam tubuhnya. 

Kurangnya enzim laktase dalam tubuh akan mengganggu kesehatan bayi. Oleh karena itu, bayi prematur perlu diberi makanan susu khusus yang aman untuk dikonsumsi. 

Meskipun diare pada anak yang memiliki alergi terhadap susu dan intoleran laktosa bukan masalah kesehatan yang berbahaya atau serius, namun bunda tetap harus berhati-hati. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi Diare Setelah Minum Susu Pada Anak dan Orang Dewasa

Cara Mengatasi Diare Setelah Minum Susu Pada Anak dan Orang Dewasa

Diare yang disebabkan karena susu dapat diatasi dengan beberapa langkah. Berikut cara mengatasi diare setelah minum susu yang bisa kamu lakukan:

1. Makan Makanan Bergizi

Saat diare, tubuh akan mengeluarkan banyak cairan sehingga membuat penderitanya merasakan lemas. Oleh karena itu, disarankan untuk mulai konsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang. Jangan lupa juga hindari makanan yang dapat menimbulkan gas dan makanan berminyak.

2. Tidak Memberikan Sembarang Obat

Diare yang disebabkan karena susu umumnya akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu mengonsumsi obat. Namun, jika merasa khawatir, kamu bisa konsultasikan terlebih dahulu pada dokter terutama jika anak masih berusia dibawah 3 tahun.

3. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Saat diare berlangsung, tubuh akan kehilangan garam dan elektrolit. Maka dari itu, penting bagi penderita diare untuk tetap menjaga tubuh supaya terhidrasi. Misalnya dengan rutin minum air putih dan berbagai upaya lainnya agar tubuh terhidrasi.

4. Istirahat

Diare akan membuat tubuh seseorang lemas karena cairan dalam tubuh berkurang. Oleh karena itu, supaya tubuh tidak tumbang, sangat disarankan untuk istirahat dan tidak banyak melakukan aktivitas. 

Baca Juga: Cara Mengatasi Perut Bunyi Krucuk Krucuk dan Mencret.

Susu Kambing untuk Intoleran Laktosa

Memiliki anak yang intoleran laktosa harus lebih selektif lagi saat memilih susu. Untuk itu, Bunda bisa memberikan Susu Etawaku sebagai susu terbaik untuk penderita intoleransi laktosa.

Etawaku hadir dalam 2 varian yakni Etawaku Platinum dan Etawaku Junior. Produk kami terbuat dari susu kambing etawa asli yang lebih rendah laktosa dan kasein. Sehingga, susunya tidak menyebabkan alergi bagi penderita intoleransi laktosa.

Etawaku Platinum cocok untuk Kamu yang ingin meningkatkan kekuatan atau kepadatan tulang sendi serta mengatasi masalah pernapasan, sedangkan Etawaku Junior yaitu susu yang diformulasikan untuk anak kecil mulai dari 1 tahun hingga 12 tahun (untuk mendukung pertumbuhan dan kecerdasan otak).

Itulah cara mengatasi diare setelah minum susu dan beberapa tips lainnya. Kini jangan khawatir lagi jika tiba-tiba mengalami diare karena minum susu, ya!

Photo of author

Alifia Furaida Salsabila

Tinggalkan komentar