logo etawaku
Search
Close this search box.

Senam Otak: Pengertian, 5+ Manfaat, dan Contoh Gerakan

Kamu pasti sudah sering mendengar olahraga senam ya? Salah satu jenis olahraga yang memungkinkan seluruh tubuh untuk bergerak ini memang sangat menyenangkan.

Tapi, pernahkah kamu mendengar istilah senam otak? Jika belum, yuk simak artikel ini sampai habis dan dapatkan insight-nya!

Sebelum lebih jauh membahas mengenai senam otak, sebenarnya apa sih jenis olahraga ini?

Nah, seperti olahraga senam pada umumnya, senam otak merupakan serangkaian gerakan yang bertujuan untuk menyehatkan otak serta menjaga fungsinya agar tetap bekerja dengan baik.

Mengenal Senam Otak, Bukan Sembarang Senam!

apa itu senam otak, manfaatnya, dan contoh gerakan

Sebenarnya olahraga ini tak hanya melibatkan otak saja, namun juga memerlukan koordinasi antara otak, indera, serta tubuh. 

Maka dari itu, dengan melakukannya secara rutin, kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat yang baik untuk otak dan tubuh.

Olahraga ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ahli pembelajaran dari Amerika Serikat, sepasang suami istri bernama Paul dan Gail Dennison, pada tahun 1960-an dengan tujuan membantu siswa agar bisa belajar lebih efektif.

Seiring berjalannya waktu, olahraga ini menjadi semakin populer dan bisa dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Sampai sini mungkin muncul pertanyaan, bagaimana olahraga ini bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi kesehatan?

Manfaat Senam Otak

Tak heran jika olahraga ini digandrungi oleh semua orang di berbagai kalangan usia, karena latihan otak ini memang memiliki beragam manfaat yang sangat dahsyat, seperti:

1. Mencegah Demensia

Salah satu jenis gangguan jiwa akibat kerusakan otak ini menyebabkan masalah penurunan daya ingat serta kemampuan berpikir seseorang. Tentunya, kondisi ini akan mengganggu kualitas hidup penderitanya. 

Di Indonesia, angka demensia terbilang cukup tinggi. Tahun 2010 saja, ada sekitar 35,6 juta orang dan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat setiap 20 tahun, sehingga jumlahnya menjadi 65,7 juta di tahun 2030. 

Namun, sebuah studi yang melibatkan sampel sebanyak lebih dari 2800 lansia berusia ≥65 tahun menyatakan bahwa melakukan latihan otak secara rutin selama 10 jam dalam 5-6 minggu terbukti dapat meningkatkan kemampuan mengingat, berpikir, serta memproses informasi.

Jadi, olahraga ini sangat baik dalam mencegah demensia serta membantu meningkatkan fungsi otak bagi penderitanya. 

2. Mengintegrasi Bagian Otak

Melatih otak secara rutin bisa membantu mengintegrasikan ketiga bagian otak, yaitu:

  • Batang otak/brainstem yang berfungsi dalam mengatur pernapasan, homeostasis, serta tendon guard reflex.
  • Otak tengah/midbrain, yang terkait dengan sistem limbik, kontrol suhu, kemampuan memori, emosi, kelenjar, hingga fight/flight response.
  • Neo cortex yang berkaitan dengan kemampuan berpikir tinggi, komunikasi, serta keseimbangan kemampuan otak kiri dan kanan.

3. Meningkatkan Fungsi Motorik

Berbagai gerakan dalam latihan otak juga bisa melatih fungsi motorik tubuh loh! Maka dari itu, melakukan gerakan latihan otak juga dapat mengembangkan kemampuan koordinasi serta gerakan refleks yang sangat diperlukan dalam aktivitas sehari-hari.

4. Mengasah Kreativitas

Latihan otak bisa membuat berbagai bagian otak saling terintegrasi, sehingga bisa membantu melatih otak untuk berpikir secara kreatif. Tak hanya itu, senam otak juga sangat baik dalam meningkatkan keterampilan akademis loh!

Pasalnya, gerakan dalam senam ini akan melatih kemampuan untuk berkonsentrasi dan fokus, serta meningkatkan daya ingat, sehingga otak lebih mudah dalam menangkap informasi baru.

5. Mengurangi Stress

Rutin melakukan latihan otak bahkan bisa mengurangi stress dan membuat tubuh lebih rileks loh! Tentunya hal ini sangat baik untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah berbagai gangguan tidur. 

Gerakan Senam Otak Anak dan Lansia

Nah, tentu kamu penasaran, bukan, bagaimana contoh gerakan senam otak yang bisa dilakukan agar bisa mendapatkan berbagai manfaat di atas? Kamu bisa mencoba berbagai gerakan dasar berikut ini yang tentunya bisa dilakukan oleh semua usia, mulai dari anak-anak hingga lansia:

1. Cross Crawl

gerakan senam otak cross crawl

Gerakan ini sangat simpel! Kamu bisa melakukannya bahkan sambil duduk atau berdiri. Akan tetapi, sebaiknya lakukan gerakan ini dalam posisi berdiri tegak ya! Caranya yaitu sebagai berikut:

  • Ambil posisi berdiri dengan postur tubuh tegak. 
  • Buka kedua kaki sampai selebar bahu. 
  • Angkat lutut sebelah kanan sampai menyentuh siku kiri (posisi menyilang) sambil memiringkan sedikit kepala dan bahu kiri ke arah kanan. 
  • Tunggu selama beberapa saat, lalu ganti sisi lainnya. 

Melakukan gerakan cross crawl selama 30 detik ini bisa membantu melatih keseimbangan otak kanan dan otak kiri, mengatur pernapasan, menjaga postur tubuh tetap tegak, hingga meningkatkan kemampuan belajar loh!

Kamu bisa melakukan cross crawl ini sebelum berolahraga, saat melakukan aktivitas yang melibatkan indera penglihatan seperti membaca maupun menulis, atau jika kamu ingin mendapatkan energi lebih ya!

2. Positive Point

Gerakan dalam positive point sangat bermanfaat untuk meredakan stress yang mengganggu. Oleh karena itu, saat kamu merasa cemas berlebihan, yuk coba gerakan ini dengan cara sebagai berikut:

  • Duduklah dengan santai dan pikiran yang rileks.
  • Cari positive point yang terletak di atas kedua alis, tepatnya di antara alis dengan garis rambut yang ditandai dengan adanya area yang sedikit menonjol. 
  • Gunakan kedua tangan, lalu letakkan tiga jari di area tersebut. 
  • Tekan dengan lembut sambil menutup mata sambil menarik napas dalam-dalam sebanyak sepuluh kali. 

3. Hook Up

gerakan senam otak hook up

Gerakan ini bisa membantu merilekskan sistem saraf pusat pada otak, sehingga pikiran bisa lebih jernih dan fokus. Maka dari itu, kamu sangat disarankan untuk melakukan gerakan ini saat akan mengambil keputusan penting, sulit berkonsentrasi, stres, maupun ketika akan beraktivitas. 

Untuk melakukannya, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Ambil posisi berdiri dan tetap rileks, namun jaga postur tubuh tetap tegak. 
  • Silangkan pergelangan kaki dengan posisi kaki kiri di depan kaki kanan. 
  • Satukan kedua telapak tangan dan jalin jari jemari di depan dada secara menyilang. 
  • Angkat tangan ke arah dagu. 
  • Tahan posisi ini selama beberapa saat sambil menutup mata. 
  • Ambil napas dalam-dalam, lalu keluarkan lewat mulut secara perlahan. 
  • Lakukan hook up selama satu menit atau hingga kamu merasa lebih rileks. 

Bagaimana? Gerakan senam otak di atas bisa dilakukan dengan mudah, bukan? Kira-kira, gerakan mana yang ingin kamu coba? Yuk beri komentarmu di bawah ya!

Nah, selain berbagai gerakan di atas, kamu juga bisa memilih berbagai latihan otak lainnya loh, seperti:

  • Membaca buku di pagi hari untuk melatih memori dan konsentrasi.
  • Bermain teka teki silang atau sudoku untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan mencegah pikun.
  • Belajar bahasa baru agar kreativitas bisa meningkat. 
  • Mendengarkan musik atau berlatih alat musik yang sangat baik untuk mengatur mood dan emosi. 
  • Belajar memasak aneka resep makanan untuk melatih kepekaan indera. 
  • Melatih otak dengan mengerjakan soal hitung-hitungan.
  • Bergaul dengan teman dan belajar bersosialisasi dengan baik untuk menjaga kesehatan otak. 
  • Lakukan olahraga yang disukai secara rutin. 

Baca Juga Artikel Terkait: Gerakan Peninggi Badan Sebelum Tidur.

“Etawaku Platinum, Rekomendasi Susu Kambing untuk Jaga Kesehatanmu”

Selain melakukan senam otak, kamu juga harus memenuhi nutrisi agar kesehatannya tetap terjaga ya! Salah satu caranya yaitu dengan mengonsumsi susu Etawaku Platinum secara rutin. 

Susu Etawaku Platinum terbuat dari 80% susu kambing asli, sehingga menjadi rekomendasi produk susu unggulan karena kandungan nutrisinya 3x lebih baik daripada susu sapi, sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harianmu!

Cukup konsumsi satu gelas Etawaku Platinum di pagi hari, bisa bantu kamu agar lebih berenergi sepanjang hari.

Yuk, beli sekarang dan rasakan manfaatnya!

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar