logo etawaku
Search
Close this search box.

Ciri Ciri Imunisasi BCG yang Gagal, Bunda Wajib Tahu Nih!

Tahukah Bunda? Suntik BCG merupakan salah satu rangkaian pemberian vaksin yang wajib diterima oleh bayi agar terlindung dari infeksi bakteri penyebab TBC. 

Salah satu keresahan yang timbul setelah melakukan suntik ini yaitu imunisasi tidak berbekas yang sering dianggap sebagai ciri ciri imunisasi BCG yang gagal. Benarkah demikian? Yuk kita cari tahu dalam artikel ini!

Di Indonesia, vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) merupakan salah satu vaksin yang wajib diterima bayi sekali seumur hidup saat berusia 0-3 bulan. Pemberian vaksin ini paling optimal saat usianya 2 bulan. 

Ciri Ciri Imunisasi BCG yang Gagal

Ciri Imunisasi BCG yang Gagal

Biasanya, setelah mendapatkan suntik BCG, akan muncul tanda imunisasi berupa bisul atau scar di bagian lengan sebagai salah satu respons imun tubuh bayi dalam menerima bakteri hidup dari vaksin BCG.

Tidak Muncul Benjolan Setelah Imunisasi BCG

Terkait ciri ciri imunisasi BCG yang gagal, banyak yang beranggapan jika setelah suntik imunisasi BCG tidak muncul benjolan, maka itu artinya imunisasi BCG gagal.

Lantas, apakah benar, jika bayi tidak memiliki scar atau benjolan setelah mendapatkan vaksin ini, hal itu menjadi tanda imunisasinya gagal? Apakah hal itu berarti Bunda harus mengulang pemberian vaksin?

Jawabannya adalah tidak

Tidak munculnya tanda imunisasi pada lengan si kecil setelah suntik BCG mungkin membuat Bunda khawatir ya?

Bunda tidak perlu khawatir jika tidak ada tanda berupa benjolan pada lengan si kecil setelah melakukan imunisasi BCG ya! Karena respons tubuh setiap anak dalam menerima vaksin bisa berbeda-beda. 

Jadi yang terpenting, si kecil sudah mendapatkan vaksin ini di usia yang dianjurkan, serta dalam dosis yang sesuai dengan aturan. 

Setelah disuntik BCG, tubuh bayi akan tetap membentuk antibodi yang digunakan untuk melawan infeksi bakteri yang bisa menyebabkan TBC. 

Baca Juga Artikel Lainnya: Indikator Stunting Menurut WHO.

Larangan Setelah Imunisasi BCG

Imunisasi ini bisa melindungi si kecil dari penyakit tuberkulosis berat dengan perlindungan sebesar 70-80%. 

Maka dari itu, selain mengetahui Ciri Ciri Imunisasi BCG yang Gagal, penting juga untuk mengetahui apa saja larangan setelah imunisasi BCG agar dampak positifnya dapat terasa untuk si kecil.

Ada beberapa larangan yang perlu Bunda perhatikan setelah si kecil menerima vaksin BCG agar tidak menimbulkan reaksi yang lebih buruk (Reaksi setelah pemberian vaksin BCG mungkin saja berbeda).

1. Mengoleskan Salep di Bekas Suntikan

Mengoleskan salep atau tambalan di bekas suntikan bisa membuat kulit si kecil menjadi mati rasa loh Bun! Tak hanya itu, hal ini juga bisa menghambat proses penyerapan vaksin di dalam tubuh bayi, sehingga hasilnya menjadi kurang optimal. 

Alih-alih memberikan salep di bagian lengan yang disuntik, Bunda bisa mengoleskan kain hangat di area tersebut untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang dialami si kecil. 

2. Menekan Area Suntikan

Bunda, menekan atau menggosok area bekas suntikan bisa memperparah rasa tidak nyaman setelah si kecil mendapatkan imunisasi ya!

Tak hanya itu, jika Bunda menekan area tersebut dengan kondisi tangan yang kotor justru bisa menimbulkan infeksi. Nah, untuk mengatasi rasa tidak nyaman ini, berikan si kecil kompres dengan air hangat saja di bekas suntikan agar ia lebih nyaman. 

3. Melakukan Aktivitas Fisik Berlebih

Setelah mendapatkan vaksin BCG, Bunda perlu memastikan si kecil beristirahat dengan cukup. Hal itu bisa membantu mempercepat proses penyembuhan nyeri yang dialami sekaligus meningkatkan kekebalan tubuhnya. 

Jadi, jangan biarkan si kecil melakukan aktivitas fisik secara berlebihan ya, Bunda! Sebaiknya, hindarkan aktivitas bermain yang berlebihan dalam waktu 1-3 hari pasca imunisasi dan biarkan ia mendapatkan waktu tidur yang cukup.

4. Kompres Air Dingin

Biasanya, tubuh si kecil akan terasa sedikit panas atau demam. Saat inilah Bunda perlu menghindarkannya dari air dingin, termasuk mengompres dengan air dingin. 

Meskipun air dingin bisa membantu menurunkan suhu tubuh, namun hal ini tidak disarankan untuk dilakukan setelah imunisasi. Sebaliknya, Bunda justru direkomendasikan untuk mengompres si kecil dengan air hangat ya!

5. Memberikan Minuman Manis

Minuman manis sangat tidak disarankan untuk diberikan kepada bayi berusia kurang dari 6 bulan, apalagi setelah mendapatkan imunisasi. Selain tidak dibutuhkan, pemberian minuman manis juga bisa membuat si kecil mengalami dehidrasi. 

infografis artikel - imunisasi BCG

Bunda hanya perlu memberikan ASI lebih sering agar ia terhindar dari dehidrasi sekaligus untuk memenuhi nutrisi harian yang dibutuhkan.

Untuk mendukung Bunda dalam memberikan ASI, Bunda bisa rutin minum Susu Kambing Etawaku Platinum, di mana kandungan susunya penuh nutrisi dan dapat meningkatkan produksi serta kualitas ASI untuk si kecil.

FAQ Imunisasi BCG

Selain ciri ciri imunisasi bcg yang gagal, berikut beberapa pertanyaan yang sering di tanyakan juga:

Bagaimana Cara Mengatasi Bisul Setelah Imunisasi BCG?

Benjolan berisi nanah atau bisul akibat imunisasi BCG biasanya muncul sekitar 2-6 minggu setelah disuntik. Sebetulnya, kondisi ini bukan sesuatu yang berbahaya dan bisa sembuh sendiri.

Kondisi ini justru menjadi salah satu tanda bahwa imunitas si kecil bekerja dengan sempurna.

Meski demikian, tentu si kecil akan merasa tidak nyaman. Maka dari itu, Bunda bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk merawat bisul setelah imunisasi BCG:

1. Kompres bisul dengan air hangat untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman. 

2. Pastikan area di sekitar bisul terjaga kebersihannya.

3. Selalu jaga area bisulan agar tetap kering. 

4. Hindari penggunaan salep, krim, losion, atau bedak di area bisul.
Jangan pernah sekalipun menekan, menggosok, atau memijat area yang bisulan. 

5. Saat keluar nanah, segera balut dengan kasa steril dan rekatkan dengan plester untuk mencegah infeksi. Jangan lupa ganti balutan tersebut 2 kali sehari ya, Bun!

Dengan perawatan yang tepat, bisul tersebut akan pecah, kering, lalu meninggalkan bekas luka seperti bopeng atau bekas luka jerawat.

Namun, jika bisul semakin membesar, memerah, atau terus menerus mengeluarkan nanah yang disertai dengan gejala demam, maka segera periksa si kecil ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat ya, Bun!

Bolehkah Imunisasi BCG Diulang?

Seperti yang telah dijelaskan di awal, vaksin BCG hanya perlu diberikan satu kali seumur hidup ya, Bunda. Meskipun tidak ada larangan untuk mengulang imunisasi BCG, namun tidak ada manfaat tambahan yang bisa didapatkan. 

Melakukan vaksin BCG lebih dari satu kali hanya akan menimbulkan scar yang memicu rasa tidak nyaman.

Imunisasi BCG Panas Atau Tidak?

Selain muncul benjolan di area bekas suntikan, imunisasi BCG juga kerap memunculkan reaksi panas dan demam pada bayi. Tapi, tidak semua anak akan mengalami gejala ini ya Bunda. 

Intinya, jika si kecil mengalami panas, demam, serta muncul benjolan di area bekas suntikan, Bunda bisa menghindari berbagai larangan di atas serta melakukan berbagai langkah perawatan yang telah dipaparkan di atas ya!

Bunda, itu dia artikel mengenai ciri ciri imunisasi BCG yang gagal, serta berbagai langkah yang bisa Bunda terapkan jika si kecil menunjukkan reaksi setelah mendapatkan imunisasi BCG. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait: Pantangan Setelah Imunisasi DPT.

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar