4 Ciri Demam Karena Kecapekan Pada Anak, Bukan Demam Biasa!

Apa saja ciri demam karena kecapekan pada anak? Bunda harus tahu supaya si kecil bisa mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat

Pengertian Demam

Demam merupakan kondisi di mana suhu tubuh meningkat di atas rata-rata harian. Pada orang dewasa, demam biasanya terjadi ketika suhu tubuh yang diukur melalui mulut melebihi 38 derajat Celcius, atau ketika diukur melalui rektum atau telinga melebihi 38,3 derajat Celcius.

Namun, perhatian umumnya baru muncul jika suhu tubuh mencapai >39,4 derajat Celcius. Sedangkan pada anak-anak dan balita, demam dianggap terjadi ketika suhu tubuh yang diukur melalui rektum melebihi 38 derajat Celcius. Meskipun demikian, kenaikan suhu tubuh yang ringan pun bisa menjadi pertanda adanya infeksi yang serius.

Demam sendiri bukanlah suatu penyakit, melainkan merupakan gejala dari penyakit yang mendasarinya. Banyak pakar meyakini bahwa demam adalah cara tubuh melawan infeksi. Oleh karena itu, demam bisa terjadi pada siapapun, tanpa memandang usia.

Gejala Demam

Gejala yang menyertai demam bisa bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala yang umumnya muncul adalah berkeringat, menggigil, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, hilangnya nafsu makan, rasa lemas, dehidrasi.

Pada demam tinggi, yaitu berkisar antara 39,4 – 41,1 derajat Celcius, bisa menyebabkan halusinasi, kebingungan, kejang, gelisah, bahkan syok akibat dehidrasi. Pada anak-anak, gejala tambahan seperti rewel atau gelisah juga sering terjadi.

Penyebab Demam

Penyebab dari demam bisa bermacam-macam, seperti infeksi yang paling umum di antaranya adalah infeksi saluran napas atas, pencernaan, paru-paru, atau saluran kemih.

Selain itu, efek samping dari obat-obatan seperti antibiotik, narkotika, atau antihistamin juga bisa menjadi penyebab demam. 

Trauma atau cedera serius seperti serangan jantung, stroke, atau luka bakar juga dapat menyebabkan demam.

Begitu juga dengan penyakit non-infeksi seperti kanker, gangguan autoimun, atau radang sendi. Adapun kecapean dan kelelahan juga dapat menyebabkan demam pada anak.

Kenapa Kecapean Bisa Menyebabkan Demam?

Kelelahan dan keletihan bisa menyebabkan peningkatan suhu tubuh pada anak, namun ini tidak disebabkan demam yang diakibatkan oleh infeksi.

Kelelahan dapat menyebabkan anak mengalami demam karena terpapar suhu yang tinggi setelah beraktivitas di luar rumah untuk waktu yang lama atau saat cuaca sangat panas. Kondisi ini dikenal sebagai kelelahan akibat panas berlebih atau heat exhaustion.

Paparan panas yang berlebihan membuat tubuh anak kesulitan mengatur dan mempertahankan suhu tubuhnya. Selain itu, kepanasan juga dapat menyebabkan dehidrasi pada anak, yang salah satu dampaknya adalah kenaikan suhu tubuh.

Ciri Demam Karena Kecapekan Pada Anak

Anak yang mengalami demam mungkin akan merasa tidak nyaman dan terlihat seperti sedang sakit. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda demam akibat kelelahan pada anak agar dapat memberikan penanganan yang sesuai. Berikut adalah tanda-tanda demam karena kelelahan pada anak yang perlu diketahui:

1. Suhu Tubuh Anak Meningkat

Normalnya, suhu tubuh anak berkisar sekitar 37° Celsius. Namun, demam karena kelelahan pada anak biasanya terjadi dalam rentang suhu 37,8 – 39° Celcius dan berlangsung singkat. Perlu dicatat bahwa suhu ini cenderung lebih rendah daripada demam yang disebabkan oleh infeksi penyakit, yang bisa membuat suhu tubuh anak naik di atas 37° Celsius, bahkan hingga 39,4° Celcius atau lebih.

2. Anak Terlihat Lesu dan Letih

Anak yang mengalami demam karena kelelahan biasanya terlihat lelah dan lesu. Mereka mungkin berbicara lebih sedikit dari biasanya dan kekurangan energi untuk melakukan aktivitas.

3. Gejala Pusing atau Sakit Kepala

Selain kelelahan, anak yang mengalami demam karena kelelahan juga bisa merasakan pusing atau sakit kepala akibat panas yang berlebihan.

4. Perubahan Suasana Hati

Anak yang mengalami demam karena kelelahan seringkali mengalami perubahan suasana hati, seperti menjadi rewel, manja, atau bahkan diam dan tidak ingin berbicara.

Setelah melalui kondisi ini, pastikan Ayah/Bunda selalu memerhatikan kondisinya, ya! Termasuk dalam hal belajar. Bisa ikuti tips dari MinKu untuk jadwal belajar efektif di rumah.

Selain Demam, Ini Penyebab Anak Sering Demam

1. Infeksi Virus

Salah satu alasan utama kenaikan suhu tubuh yang sering dialami anak adalah karena infeksi virus. Virus seperti meningitis, flu, Demam Berdarah Dengue (DBD), dan tifus seringkali menjadi penyebab demam yang berfluktuasi. Karakteristik demam akibat infeksi virus adalah suhu tubuh yang tinggi pada 1-2 hari awal, kemudian menurun pada hari 3-5, namun dapat kembali meningkat pada hari 4-5 meskipun tidak seberapa tinggi seperti pada hari-hari awal.

2. Infeksi Bakteri

Selain virus, infeksi bakteri juga dapat menjadi pemicu demam pada anak. Biasanya, demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri tidak terlalu tinggi pada 2 hari pertama. Suhu tubuh cenderung meningkat pada hari ke 3 hingga ke 5. Beberapa kondisi yang menunjukkan gejala demam karena infeksi bakteri antara lain bronkitis, infeksi saluran kemih, dan pneumonia.

3. Reaksi Peradangan

Tidak banyak yang menyadari bahwa peradangan dalam tubuh juga dapat menyebabkan demam pada anak. Peradangan adalah respon alami tubuh terhadap upaya memerangi infeksi. Meskipun demikian, demam yang disebabkan oleh peradangan tetap memerlukan perawatan intensif untuk memastikan pemulihan yang cepat. Beberapa jenis peradangan yang sering kali menyebabkan demam pada anak termasuk radang tenggorokan dan radang amandel.

4. Dampak Imunisasi

Reaksi demam juga seringkali terjadi setelah anak menerima imunisasi. Demam pasca imunisasi menunjukkan bahwa tubuh sedang membentuk sistem kekebalan baru. Demam ini dapat dikelola dengan kompres hangat dan minum obat sesuai anjuran dokter.

5. Pengaruh Lingkungan

Anak-anak dapat mengalami demam jika terlalu lama beraktivitas di luar ruangan saat cuaca panas. Untuk mengurangi risiko ini, disarankan untuk membatasi waktu anak bermain di bawah sinar matahari. Pastikan anak minum cukup air dan mengenakan pakaian yang nyaman agar tidak mengalami dehidrasi dan memungkinkan sirkulasi udara yang baik.

6. Gangguan Pencernaan

Diare seringkali disertai dengan demam pada anak. Meskipun intensitas demam dapat bervariasi, kondisi ini biasanya berlangsung hanya beberapa hari.

7. Kekurangan Cairan

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan kenaikan suhu tubuh. Anak yang mengalami dehidrasi bahkan bisa mengalami demam. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memastikan bahwa anak cukup minum agar terhindar dari dehidrasi.

Etawaku Junior, Asupan Nutrisi Andalan untuk Anak

Asupan nutrisi harian si kecil sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya. Selain makanan, bunda juga bisa berikan si kecil minuman bernutrisi seperti Etawaku Junior. 

Etawaku Junior adalah produk susu yang berasal dari kambing etawa dengan kombinasi krimer yang disukai anak-anak. Kandungan susu kambing Etawaku Junior 3x lebih baik daripada susu sapi. Tak hanya mendukung pertumbuhan si kecil, susu kambing Etawaku Junior juga mendukung kecerdasan otak anak.

Formulasi STARGROW pada Etawaku Junior meliputi Omega 3 & DHA, Prebiotik (Inulin & FOS), 10 Vitamin, 7 Mineral, Kalsium dan Zinc. Kandungan tersebut sangat penting untuk mendukung kecerdasan otak anak. 

Tak hanya itu, rutin minum susu kambing Etawaku juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. Hal ini membuat anak tidak mudah sakit sehingga lebih bebas untuk mengeksplorasi lebih banyak hal baru. 

Photo of author

Alifia Furaida Salsabila

Tinggalkan komentar