logo etawaku
Search
Close this search box.

√ Protein Hewani Untuk MPASI: Takaran dan Sumber Makanannya

Protein hewani untuk MPASI merupakan salah satu hal yang wajib diperhatikan ketika membuat MPASI (Makanan Pendukung ASI). Pasalnya, protein hewani bisa memberikan rasa yang lezat serta memberikan banyak manfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan penting dilakukan untuk mendukung 1000 hari pertama bayi.

Setelah itu, diperlukan makanan pendamping ASI (MPASI) yang diolah dengan takaran yang benar benar dan menggunakan bahan yang tepat.

Kenapa Protein Hewani Penting untuk MPASI?

Kenapa Protein Hewani Penting untuk MPASI

Asupan gizi dalam MPASI yang tidak terpenuhi bisa menyebabkan pertumbuhan bayi menjadi terhambat, bahkan bisa meningkatkan risiko stunting sehingga bayi memiliki tubuh yang lebih kurus dan lebih pendek dari anak-anak seumurannya.

Salah satu cara untuk menurunkan risiko stunting tersebut adalah dengan memenuhi asupan protein MPASI.

Hal itu sesuai dengan penelitian dalam “The American Journal of Clinical Nutrition” yang menyebutkan bahwa protein hewani dalam MPASI bisa mencegah stunting dengan efektif.

Penelitian tersebut mengambil sampel sebanyak 60 bayi berusia 0-12 bulan. Hasilnya, bayi yang mendapatkan protein hewani (Prohe) dalam menu MPASI mengalami peningkatan berat badan yang sangat baik.

Sumber Makanan dengan Protein Hewani Untuk MPASI

Untuk Bunda yang belum tahu apa saja protein hewani untuk MPASI, di bawah ini ada beberapa bahan makanan yang mengandung protein hewani tinggi dan bagus untuk MPASI.

1. Daging Sapi

Salah satu jenis daging merah ini merupakan sumber protein hewani yang sangat baik digunakan sebagai bahan campuran MPASI. 

daging sapi sebagai protein untuk mpasi

Daging sapi memiliki kandungan protein yang tinggi dan dilengkapi dengan vitamin serta mineral, sehingga bisa menunjang pertumbuhan anak secara optimal, sekaligus mendukung kepadatan tulang agar lebih kuat.

Perlu diperhatikan, saat memilih daging sapi untuk bahan MPASI, pastikan pilih bagian yang teksturnya lunak dan tidak memiliki kandungan banyak lemak ya!

2. Daging Domba

Sebagai variasi konsumsi daging sapi sebagai sumber Protein Hewani Untuk MPASI, daging domba bisa juga digunakan sebagai pilihan karena memiliki protein hewani yang tinggi.

Dikutip dari “United States Department of Agriculture”, daging domba memiliki nutrisi yang lebih tinggi daripada daging sapi loh!

Meski demikian, daging domba memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi daripada jenis daging sapi. Makanya, penggunaan daging domba dalam MPASI sebaiknya dibatasi ya!

3. Telur 

Makanan yang cukup mudah ditemukan ini memang memiliki kandungan protein yang tinggi.

telur sebagai protein hewani untuk mpasi bayi 6 bulan

Tak heran, telur juga kerap digunakan dalam bahan pengganti protein hewani MPASI. 

Tentu saja protein dalam telur bisa membuat pertumbuhan anak semakin optimal, membantu menguatkan tulang, mencerdaskan otak, menjaga kesehatan mata serta organ vital lainnya, dan membantu melancarkan metabolisme tubuh sehingga anak tidak mudah sakit.

Sayangnya…

Beberapa anak memiliki alergi terhadap telur. Nah, jika Bunda menemukan gejala alergi pada anak setelah mengonsumsi telur, sebaiknya penggunaan bahan ini dihindari hingga anak mencapai usia 1-2 tahun ya!

Jika menggunakan telur sebagai bahan dalam MPASI, pastikan telur tidak dalam kondisi setengah matang ya! Pasalnya, telur yang belum matang sempurna lebih rentan terkontaminasi bakteri yang bisa memicu berbagai penyakit.

Selain itu…

Bunda juga wajib memastikan telur dalam kondisi halus. Hal itu disebabkan karena bayi berusia kurang dari 9 bulan belum memiliki kemampuan untuk makan makanan padat.

Jadi, sebaiknya telur dikocok terlebih dahulu agar teksturnya halus.

4. Daging Ayam

Daging ayam bisa menjadi opsi protein hewani untuk MPASI jika anak punya alergi terhadap telur maupun jika bosan dengan konsumsi daging merah.

Bunda bisa memilih daging ayam bagian dada yang rendah lemak ya!

Agar lebih sehat, pilihlah jenis ayam kampung alih-alih ayam negeri ya! Biasanya, ayam kampung memiliki kondisi yang lebih sehat dan minim terpapar bahan kimia berbahaya.

5. Udang 

udang, sumber protein hewani untuk mpasi yang baik

Udang memiliki kandungan protein serta kalsium tinggi yang baik untuk membantu pertumbuhan anak secara optimal.

Tapi, udang rentan memicu alergi pada bayi. Makanya, sebaiknya pemberian udang dimulai saat bayi berusia 8 bulan.

6. Ikan 

Ada banyak nutrisi yang terkandung pada ikan. Maka dari itu, ikan sangat baik digunakan sebagai bahan dalam MPASI. Ikan juga memiliki tekstur dan rasa yang unik yang baik dikenalkan kepada bayi.

Bunda bisa loh menggunakan berbagai jenis ikan untuk MPASI, seperti:

  • Ikan kembung
  • Ikan lele
  • Ikan gabus
  • Belut
  • Ikan tuna
  • Ikan Bandeng
  • Ikan teri. 

Nah, perlu diperhatikan, jika akan menggunakan ikan teri dalam MPASI, sebaiknya direndam dulu dalam air hangat selama kurang lebih 10 menit untuk mengurangi rasa asin. 

Bunda juga bisa mencampurkan ikan teri dengan sayuran atau daging agar memiliki rasa yang bervariasi dan anak tidak bosan ya!

Selengkapnya untuk resep pembuatan bisa baca panduan cara membuat MPASI 6 bulan.

Takaran Protein Hewani Untuk MPASI

takaran protein hewani untuk MPASI

Setelah mengetahui daftar prohe untuk mpasi, Bunda perlu tahu juga berapa takarannya.

Hal itu karena jumlah protein yang digunakan dalam MPASI bisa saja berbeda, tergantung dengan usia bayi, misalnya protein hewani untuk mpasi bayi 6 bulan, bisa berbeda dengan bayi usia di atas 7 bulan dan 8 bulan.

Semakin besar, tentu saja bayi membutuhkan energi yang lebih banyak untuk menunjang aktivitasnya. 

Agar tidak salah, berikut ini takaran protein hewani untuk MPASI yang harus terpenuhi agar bayi terhindar dari risiko stunting dan bahaya lainnya:

1. Takaran Protein Hewani MPASI Bayi Usia 6-8 Bulan

Setidaknya bayi di usia ini membutuhkan sekitar 200 kkal/hari energi tambahan yang harus dipenuhi dari MPASI.

Dari total energi tersebut, setidaknya kandungan protein dalam MPASI sekitar 15-20% atau kurang lebih 20-30 kkal/hari.

Jumlah tersebut bisa didapatkan dari:

  • 30-45 gram daging ayam
  • 20-30 gram hati ayam
  • 30-45 gram daging ikan
  • 25-40 gram udang basah
  • Telur ayam 1 butir

2. Takaran Protein Hewani MPASI Bayi Usia 9-11 Bulan

Memasuki usia 9-11 bulan, bayi membutuhkan asupan kalori tambahan dari MPASI sebanyak 300 kkal/hari.

Dari jumlah tersebut, kebutuhan kalori hariannya adalah sebanyak 30-45 kkal. Bunda bisa mendapatkan sumber protein hewani ini dari:

  • 45-60 gram daging ayam
  • 35-50 gram hati ayam
  • 45-60 gram daging ikan
  • 37,5-55 gram udang basah
  • 1-1,5 butir telur

3. Takaran Protein Hewani MPASI Bayi Usia 11-23 Bulan

Jumlah kalori tambahan dari MPASI yang dibutuhkan oleh bayi berusia 11-23 bulan yaitu sekitar 550 kkal/hari.

Dari jumlah tersebut, kebutuhan protein yang diperlukan yaitu 55-82,5 kkal/hari. Bisa gunakan bahan berikut ini untuk mencapai jumlah kebutuhan protein:

  • 80-120 gram daging ayam
  • 60-90 gram hati ayam
  • 80-120 gram daging ikan
  • 70-100 gram udang basah
  • 2-3 butir telur ayam

Susu Etawaku, Tinggi Protein untuk Penuhi Nutrisi Harian

Bicara soal protein, salah satu cara mudah mendapatkannya yaitu dengan meminum susu, nah untuk mendapatkan sumber protein tinggi dalam susu, bisa konsumsi Susu Tinggi Protein Etawaku Platinum.

SUSU ETAWAKU Kaya Protein dan Rendah Gula

Produk kami dibuat dari susu kambing etawa yang memiliki 3x nutrisi lebih banyak dari susu sapi, selain protein, susunya juga tinggi kalsium, dan memiliki nutrisi baik lainnya.

Karena nutrisinya yang baik maka susu ini bisa menjadi sumber nutrisi harian untuk tubuh agar tetap sehat, kuat, dan bugar! Termasuk untuk Ibu Menyusui, selain MPASI, bunda pasti harus terus memberikan ASI Eksklusif kan? Nah salah satu manfaat dari Etawaku ini adalah untuk meningkatkan produksi dan kualitas ASI.

Infografis Sumber Protein Hewani Untuk MPASI

Itu dia informasi mengenai protein hewani untuk MPASI. Semoga bisa bermanfaat ya! Jangan lupa sebarkan artikel ini ke semua sosial agar informasinya bisa tersebar lebih luas!

Rekomendasi Artikel Lain untuk Bunda:

Photo of author

Isna Hardikasari

Tinggalkan komentar